Kronologi Dua Kelompok di Puncak Jaya Saling Serang yang Sebabkan Satu Orang Tewas

2026-02-03 18:50:57
Kronologi Dua Kelompok di Puncak Jaya Saling Serang yang Sebabkan Satu Orang Tewas
PUNCAK JAYA, - Dua kelompok masyarakat terlibat aksi saling serang di Kampung Pagaleme, Distrik Pagaleme, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah pada Rabu sekitar pukul 10.00 WIT.Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang warga bernama Kimiyer Tabuni tewas."Korban mengalami luka robek pada telinga bagian kanan akibat senjata tajam dan patah di bagian hidung akibat lemparan batu dan dinyatakan meninggal dunia," kata Kabid Humas Polda Papua, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Cahyo Sukarnito.Baca juga: Bentrok Antar Warga di Puncak Jaya, Papua Tengah, 1 Tewas dan 5 TerlukaMenurut Cahyo dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis malam, kronologi kejadian bermula saat kelompok masyarakat melaksanakan prosesi adat di Lapangan Amanah.Tiba-tiba, beberapa orang dari kelompok lain datang membawa panah dan mengeluarkan suara-suara yang bernada provokatif.Hal ini memicu keributan sehingga kelompok yang berada di Lapangan Amanah berhamburan keluar dan menyerang kelompok tersebut.Akibatnya, beberapa orang menjadi korban. Salah satunya dinyatakan meninggal di lokasi kejadian.Baca juga: KKB Pimpinan Tenggamati Enumbi Diduga Terlibat Penembakan Tukang Ojek di Puncak Jaya"Setelah mendapatkan laporan, aparat kepolisian di Puncak Jaya langsung bergerak ke lokasi untuk melerai kedua kelompok masyarakat yang terlibat aksi saling serang," jelasnya.Cahyo menambahkan, hingga saat ini kedua kelompok masih berjaga-jaga di tempat masing-masing."Korban Kimiyer Tabuni telah dibawa oleh pihak keluarga untuk disemayamkan di rumah korban yang beralamat di Kampung Wandegobak, Distrik Irimuli, Kabupaten Puncak Jaya," ujar Cahyo.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-02-03 16:58