Netanyahu Akan "Briefing" Trump soal Serangan Baru ke Iran, Ajak AS Gempur Teheran

2026-02-02 11:56:52
Netanyahu Akan
TEL AVIV, – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan akan mempresentasikan rencana kemungkinan serangan baru terhadap Iran kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam kunjungannya ke Washington.Laporan NBC News pada Sabtu menyebutkan, rencana itu akan disampaikan dalam pertemuan keduanya yang dijadwalkan berlangsung di resor Mar-a-Lago, Florida, pada akhir bulan ini.Menurut laporan tersebut, Israel kian khawatir Iran tengah membangun kembali, bahkan memperluas, produksi rudal balistiknya setelah perang selama 12 hari pada Juni lalu.Baca juga: Israel Resah AS–Qatar Kembali Bahas Penjualan Jet Tempur F-35Selain itu, Israel juga mencemaskan upaya Teheran untuk memulihkan program pengayaan nuklirnya yang sebelumnya mengalami kerusakan berat akibat serangan Israel dan Amerika Serikat.AFP/ATTA KENARE Warga Iran berjalan melewati rudal Sejjil (kiri) dan rudal balistik jarak menengah Qadr-H yang ditampilkan di sebelah potret Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, saat pameran pekan pertahanan memperingati perang Iran-Irak 1980, di Lapangan Baharestan, Teheran, 25 September 2017.Meski Israel secara terbuka menyebut program nuklir Iran sebagai ancaman eksistensial, para pejabat yang dikutip NBC News mengatakan bahwa rudal balistik justru dipandang sebagai ancaman yang lebih mendesak bagi Yerusalem.“Program senjata nuklir sangat mengkhawatirkan. Ada upaya untuk membangunnya kembali. [Namun] ancamannya tidak sedekat itu,” ujar seorang sumber yang mengetahui rencana Israel kepada NBC News.Sumber lain menambahkan, “Ancaman dari rudal itu sangat nyata, dan kami tidak mampu mencegah semuanya terakhir kali.”Seorang sumber yang mengetahui langsung persoalan ini, serta sejumlah mantan pejabat AS, mengatakan kepada NBC bahwa Israel meyakini produksi rudal balistik Iran dapat meningkat hingga 3.000 unit per tahun jika tidak dibatasi.Persenjataan tersebut tidak hanya mengancam Israel, tetapi juga dapat menjadi alat penangkal terhadap langkah Israel untuk bertindak melawan proksi Iran di kawasan atau terhadap program nuklirnya.Israel melancarkan perang melawan Iran pada Juni lalu dengan menargetkan program nuklir dan rudal balistik, yang disebut sebagai ancaman eksistensial yang segera bagi negara Yahudi itu.Selama 12 hari, gelombang serangan udara berturut-turut menewaskan ilmuwan nuklir Iran, melumpuhkan sebagian besar pasokan dan kapasitas produksi program rudal, serta merusak fasilitas pengayaan uranium.Baca juga: Ilmuwan Iran Dieksekusi Mati, Disebut Mengaku Mata-mata Israel Setelah Ibunya DiancamAmerika Serikat ikut terlibat pada hari-hari terakhir konflik dengan menyerang fasilitas nuklir bawah tanah yang hanya dapat ditembus bom penghancur bunker berat. Iran menyatakan lebih dari 1.000 orang tewas akibat serangan Israel.Teheran membalas dengan meluncurkan lebih dari 500 rudal balistik dan sekitar 1.100 drone ke wilayah Israel, yang menewaskan 32 orang dan melukai lebih dari 3.000 lainnya, menurut pejabat kesehatan dan rumah sakit Israel.Secara keseluruhan, Israel mengalami 36 dampak rudal dan satu serangan drone di wilayah berpenduduk, yang merusak 2.305 rumah di 240 bangunan, dua universitas, serta satu rumah sakit, dan menyebabkan lebih dari 13.000 warga Israel mengungsi.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-02-02 09:29