Pernyataan Huang disampaikan di tengah ketegangan yang terus berlangsung antara Amerika Serikat dan China dalam penguasaan teknologi strategis, termasuk chip dan AI.Pemerintah AS masih memberlakukan pembatasan ekspor chip Nvidia kelas atas, seperti H100 dan GH200, ke pasar China.Baca juga: Ketika Hukuman Amerika Jadi Pemantik Kebangkitan Teknologi China...Meski demikian, Huang menegaskan bahwa komunitas ilmiah tetap perlu dijaga sebagai ruang kolaboratif lintas batas. Ia menyoroti fakta bahwa banyak ilmuwan China kini bekerja di pusat riset AS dan berkontribusi langsung terhadap teknologi global.Nvidia saat ini menjadi perusahaan teknologi publik paling bernilai di dunia, dengan kapitalisasi pasar yang menembus 4 triliun dollar AS. Perusahaan ini memasok infrastruktur inti untuk pelatihan AI generatif, komputasi ilmiah, hingga robotika.Sebagai pemimpin Nvidia, Huang berkomitmen untuk menjaga keterbukaan dalam distribusi teknologi dan penguatan kolaborasi riset global. Ia percaya bahwa AI harus menjadi alat pemberdayaan lintas negara, bukan instrumen eksklusif kekuasaan.“Kontribusi terbesar kita terhadap dunia bukan hanya teknologi, tapi komunitas ilmiah yang saling menghargai dan saling menguatkan,” tutupnya.Baca juga: 6 Teknologi AI China yang Tantang Dominasi AS
2026-01-12 16:16:58
(prf/ega)
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 15:07
| 2026-01-12 14:00
| 2026-01-12 13:46










































