Belok Tak Sesuai Instruksi, 2 Pesawat Nyaris Tabrakan Saat Lepas Landas

2026-01-12 12:38:55
Belok Tak Sesuai Instruksi, 2 Pesawat Nyaris Tabrakan Saat Lepas Landas
HOUSTON, – Dua pesawat komersial dilaporkan nyaris bertabrakan saat lepas landas dari Bandara Internasional George Bush, Houston, Amerika Serikat, awal bulan ini.Insiden tersebut terjadi ketika dua pesawat dari maskapai berbeda berada di jalur penerbangan yang saling berpotongan.Otoritas penerbangan federal Amerika Serikat kini turun tangan untuk menyelidiki kejadian itu.Baca juga: Kegagalan Teknis di Balik Jatuhnya Antonov, Mengakhiri 50 Tahun Pesawat Raksasa SovietMeski tidak menimbulkan korban, insiden ini kembali menyoroti isu keselamatan penerbangan.Menurut keterangan Federal Aviation Administration (FAA), insiden itu melibatkan pesawat Volaris Airlines dengan nomor penerbangan 4321 yang hendak menuju El Salvador dan pesawat United Express Flight 814 tujuan Jackson, Mississippi.FAA menyebut pesawat Volaris melakukan belokan ke kanan tanpa izin dan masuk ke jalur pesawat United Express yang saat itu lepas landas dari landasan pacu paralel.“Pengatur lalu lintas udara telah menginstruksikan Volaris Flight 4321 untuk berbelok ke kiri setelah lepas landas dari Bandara Intercontinental Houston pada 18 Desember, tetapi kru justru berbelok ke kanan ke arah CommuteAir Flight 814,” kata FAA, seperti dikutip dari New York Post, Senin .Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 15.05 waktu setempat. Hingga kini, FAA menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung.CommuteAir, operator penerbangan United Express Flight 814, menyampaikan bahwa berdasarkan penilaian awal, awak pesawat mereka telah menjalankan seluruh instruksi yang diberikan pengatur lalu lintas udara.“Berdasarkan penilaian awal kami, kru mengikuti seluruh instruksi ATC yang berlaku,” ujar CommuteAir kepada FOX Business.Baca juga: Pesawat AL Meksiko Jatuh di Teluk Galveston, 2 Orang TewasUnited Airlines diketahui merupakan salah satu pemilik saham di CommuteAir. Sementara itu, FOX Business menyatakan telah menghubungi Volaris untuk meminta tanggapan, namun belum menerima jawaban.Pihak Bandara Internasional Houston memilih tidak berkomentar dan mengarahkan pertanyaan kepada FAA.Bandara Internasional George Bush merupakan salah satu bandara tersibuk di Amerika Serikat, dengan rata-rata sekitar 500 penerbangan kedatangan setiap hari dan lebih dari 20 juta penumpang tiba setiap tahunnya.Di tengah meningkatnya insiden nyaris celaka dan isu keselamatan di industri penerbangan, Menteri Transportasi AS Sean Duffy menegaskan bahwa penerbangan tetap aman bagi masyarakat.Ia menyampaikan pernyataan tersebut menjelang musim libur Natal, saat bandara-bandara dipadati penumpang.“Kami melihat bahwa saat memasuki hari-hari terakhir penutupan, kami mengurangi kapasitas maskapai sebesar 10 persen karena melihat tren yang bergerak ke arah yang salah. Kami akan mengambil langkah apa pun yang diperlukan untuk memastikan wilayah udara tetap aman,” kata Duffy kepada FOX Business dalam wawancara dengan Maria Bartiromo awal bulan ini.Baca juga: Roket SpaceX Meledak di Udara, Pesawat Sipil Nyaris Celaka


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Lebih lanjut, Purwadi menyampaikan arahan terkait reformasi birokrasi dari Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan birokrasi harus semakin responsif dan tidak mempersulit masyarakat.Birokrasi juga diminta memiliki komitmen yang kuat terhadap efektivitas alokasi anggaran dan pemberantasan korupsi serta kebocoran anggaran.“Sebab, tanpa integritas, tidak mungkin kita membangun birokrasi yang dipercaya publik,” ungkapnya. Baca juga: Menteri PANRB Rini Raih Penghargaan Adibhakti Sanapati 2025 dari BSSNPerlu diketahui, mulai 2023, Kementerian PANRB mendorong pelaksanaan evaluasi Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Mandiri di sejumlah kementerian/lembaga.Sampai saat ini, penilaian tersebut diperluas pada 19 kementerian/lembaga (K/L) dan lima pemerintah provinsi termasuk Mahkamah Agung (MA).Purwadi juga memberikan apresiasi kepada MA yang telah menunjukkan upaya memperkuat integritas ke tahap yang lebih matang. “Capaian ini merupakan buah dari kerja keras, komitmen dan keteladanan dalam menjaga integritas serta meningkatkan mutu layanan kepada masyarakat,” katanya.Dia menyampaikan, untuk menjaga keberlanjutan reformasi birokrasi, diperlukan upaya untuk memastikan langkah-langkah ke depan berjalan dengan konsisten, menyeluruh, dan semakin berdampak.Baca juga: Menteri PANRB Dukung Badan Narkotika Nasional Akselerasi Program P4GNPertama, pembangunan zona integritas harus terus diperluas. Kedua, pemanfaatan digitalisasi proses peradilan perlu ditingkatkan. Ketiga, memperkuat mekanisme pengawasan dan pencegahan korupsi. Keempat, kualitas sumber daya manusia (SDM) peradilan harus terus ditingkatkan secara berkelanjutan serta perlu kolaborasi yang berkelanjutan.Prestasi tersebut bukan hanya untuk keberhasilan administratif, tetapi wujud inspirasi bagi satuan kerja lain untuk terus melakukan perbaikan dan memperkuat budaya kerja yang berkualitas.“Saya berharap, upaya ini menjadi pemicu bagi lahirnya lebih banyak perubahan konkret yang memberi dampak nyata bagi masyarakat,” jelasnya. Baca juga: Target Penempatan 500.000 PMI pada 2026, Menteri PANRB Siap Dukung Penguatan Kelembagaan Kementerian P2MI

| 2026-01-12 11:58