Ini Alasan Anak Dua Tahun Sering Terluka Menurut Dokter

2026-01-12 03:46:53
Ini Alasan Anak Dua Tahun Sering Terluka Menurut Dokter
- Banyak orangtua merasa anak usia dua tahun sangat akrab dengan luka karena sering jatuh, terbentur meja, lutut memar, atau sesekali muncul goresan tanpa mereka tahu penyebabnya. Meski terlihat mengkhawatirkan, kondisi ini ternyata sangat wajar dalam proses tumbuh kembang anak.Dokter spesialis anak, dr. Miza Afrizal, Sp.A., menjelaskan bahwa usia sekitar dua tahun adalah fase perkembangan yang unik sekaligus menantang. Sayangnya, fase ini sering disalahpahami dan membuat anak mendapat label “Terrible Two”.“Saya cukup sedih mendengar istilah Terrible Two. Anak umur dua tahun dibilang terrible, padahal mereka sedang memasuki fase eksplorasi penting dalam perkembangan otaknya,” ujar dr. Miza dalam acara Serunya Parenting #PakeYangBening di Mall Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Jumat .Baca juga: Dear Moms, Jangan Anggap Sepele Luka Kecil sang Buah HatiMenurut dr. Miza, otak anak usia dua tahun sedang berkembang pesat. Mereka memiliki rasa ingin tahu yang besar, motorik kasarnya mulai matang, dan kemampuan menjelajah meningkat drastis. Namun di sisi lain, mereka belum bisa memahami instruksi atau penjelasan verbal dengan baik. Akibatnya, larangan yang diberikan orangtua sering dipahami secara terbalik.“Nyuruh anak dua tahun ‘jangan lompat-lompat’ itu sama saja dengan menyuruh dia lompat-lompat,” kata dr. Miza Baca juga: Plester Luka Anak Tak Boleh Sembarangan, Ini 4 Hal yang Harus DiperhatikanSHUTTERSTOCK IlustrasiIa mencontohkan bahwa otak anak di usia ini justru memproses larangan sebagai dorongan untuk mencoba. Hal yang sama terjadi ketika mereka dilarang bermain di tangga atau memegang benda tertentu.Bagi anak, larangan itu tidak langsung diterjemahkan sebagai bahaya, tetapi justru memunculkan rasa penasaran, “memang kenapa kalau aku melakukan itu?”.Dalam banyak kasus, hal inilah yang membuat anak dua tahun terlihat seperti tidak patuh atau dianggap “nakal”. Padahal, menurut dr. Miza, perilaku itu murni karena kemampuan bahasa dan logika mereka belum matang.Baca juga: Antiseptik untuk Luka, Apakah Masih Diperlukan? Ini Kata DokterKarena dorongan eksplorasinya besar, anak usia dua tahun hampir pasti lebih sering jatuh, kehilangan keseimbangan, atau mengalami benturan kecil. Di usia ini, kemampuan motorik mereka berkembang pesat, sementara kemampuan memahami instruksi dan menjelaskan sebab akibat belum matang.Menurutnya, cara anak usia dua tahun bergerak dan memahami dunia memang membuat mereka lebih rentan terluka. Baca juga: Apakah Cukup Membersihkan Luka Pakai Air Saja?Rasa ingin tahunya sangat besar, tetapi kemampuan bahasanya belum mampu menangkap instruksi secara utuh, sehingga anak belum bisa mengantisipasi risiko saat bereksplorasi.“Dia akan sangat gampang jatuh, tapi memang itu dibutuhkan. Mereka bisa bertanya, tapi tidak terlalu bagus daya tangkapnya, makanya mereka sering berteman dengan luka,” jelas dr. Miza.Kondisi inilah yang membuat anak di usia dua tahun kerap memiliki memar atau goresan baru. Dokter Miza menegaskan, hal tersebut sepenuhnya normal dan merupakan bagian dari proses belajar anak dalam mengenal tubuh, ruang, dan lingkungan sekitarnya.Baca juga: Salep Vs Plester Luka, Ini Fungsinya dan Kapan Harus DigunakanDengan demikian, dr. Miza menegaskan bahwa orangtua tidak perlu langsung menganggap anak bandel atau mengaitkan perilaku mereka dengan istilah “Terrible Two”. Yang terjadi sebenarnya adalah fase perkembangan otak yang wajar dan penting. “Anak usia dua tahun memang akan sangat berteman dengan luka. Mereka butuh eksplorasi sebanyak-banyaknya,” ujarnya.Dengan memahami bahwa sering jatuh dan terluka adalah bagian dari perkembangan anak usia dua tahun, orangtua tidak perlu buru-buru melabeli perilaku anak sebagai kenakalan, melainkan melihatnya sebagai proses belajar yang wajar dalam tumbuh kembang mereka.Baca juga: Benarkah Lidah Buaya Bisa Pudarkan Bekas Luka?


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Dalam hitungan tak sampai lima menit, Gemini langsung menyusun kolase dengan komposisi rapi, sentuhan artistik otomatis, dan kualitas gambar yang tetap tajam.Sepengalaman saya, hasil kolase buatan Gemini terlihat lebih “niat” dan profesional dibanding kolase manual. Transisi antar foto terasa halus, penempatan elemen visual seimbang, serta tone warna konsisten dan masih bisa diubah sesuai selera.Hal ini membuat pengguna yang tidak punya kemampuan desain sekalipun tetap bisa menghasilkan Instagram Story yang estetik dan layak dipamerkan.Berikut contoh hasil collage foto konser Raisa yang di-generate langsung dari Gemini 3 Flash Nano Banana:/ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Gemini AI bisa menyulap foto biasa jadi foto sinematik dengan background panggung konser Raisa./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Gemini AI bisa menyulap foto biasa jadi foto sinematik dengan background panggung konser Raisa.9to5google Tampilan Google Gemini 3 Flash. Google rilis Gemini 3 Flash.Menurut saya, hasil kolase yang dibuat Gemini terlihat lebih “niat” dan profesional dibanding kolase manual.Transisi antar foto terasa halus, penempatan elemen visual seimbang, dan tone warna konsisten dan bisa diubah sesuai selera. Ini membuat pengguna yang tidak punya skill desain sekalipun tetap bisa menghasilkan Instagram Story yang estetik.Hasil editan yang rapi ini berkat Gemini 3 Flash yang baru saja dirilis pada pertengahan Desember lalu. Model AI penerus Gemini 2.5 Flash ini disebut memiliki performa nyaris setara Gemini 3 Pro, tetapi dengan kecepatan lebih tinggi dan biaya penggunaan yang lebih murah.Model Gemini berlabel “Flash” dirancang untuk respons cepat. Jadi tak heran, saat men-generate hasil foto collage rekap konser Raisa, pengguna bisa mendapatkan hasilnya dalam hitungan beberapa menit saja. Hasilnya pun tetap rapi.

| 2026-01-12 03:29