Ekspansi ke Bisnis Silika, Mitra Investindo (MITI) Siapkan Belanja Modal Rp 25 Miliar Tahun Depan

2026-01-12 07:01:35
Ekspansi ke Bisnis Silika, Mitra Investindo (MITI) Siapkan Belanja Modal Rp 25 Miliar Tahun Depan
JAKARTA, - PT Mitra Investindo Tbk (MITI) menyiapkan ekspansi besar ke bisnis penambangan silika dan hilirisasi pada 2026. MITI mengalokasikan belanja modal Rp 25 miliar untuk mendukung langkah tersebut.MITI juga telah menggelontorkan capex Rp 3,8 miliar tahun ini untuk rencana pengembangan hilirisasi silika.Setelah mendapat Izin Usaha Pertambangan Eksplorasi, entitas anak PT Nusantara Bina Silika (NBS), yakni PT Kendawangan Berkah Kersik (KBK), kini menyelesaikan Eksplorasi Tahap I dan bersiap memasuki perizinan Eksplorasi Tahap II.Baca juga: JSI Sinergi Mas Siap Ekspansi Pasir Silika dan Akuisisi Mayoritas Saham LAPDDua entitas lain, PT Kendawangan Prima Silika (KPS) dan PT Danau Buntar Kuarsa (DBK), berada dalam proses pemenuhan PPKH Tahap Eksplorasi.Presiden Direktur Mitra Investindo, Andreas Tjahjadi, berharap aktivitas eksplorasi dapat dimulai segera setelah PPKH dan RKAB disetujui lembaga berwenang."Ketiga Entitas Anak NBS terus berkomitmen memenuhi kepatuhan regulasi, termasuk pada rencana pemerintah terkait sentralisasi kewenangan perijinan pasir silika yang berlaku efektif pada 2026," kata dia dalam keterangan resmi, Rabu .Sebagai bagian dari rencana hilirisasi silika, MITI dan PT Sumber Sari Rejeki, entitas anak Interra Resources Limited Plc, Singapore, serta NBS mendirikan perusahaan patungan PT Ketapang Prima Resources (KPR) pada awal Juli 2025.KPR bergerak dalam pengembangan kawasan industri yang akan berlokasi di Kendawangan, Kabupaten Ketapang.Andreas menjelaskan KPR kini mempercepat proses perizinan untuk pengembangan hilirisasi silika terpadu melalui pemenuhan persyaratan, studi, dan rencana pembangunan kawasan.Ia berharap wilayah tersebut dapat menjadi Kawasan Ekonomi Khusus yang terintegrasi dengan tiga konsesi tambang entitas anak NBS.Pengembangan hilirisasi berbasis silika mencakup industri solar panel, processing plant high purity quartz, flat glass, dan industri turunan lain. Ekosistem ini ditargetkan mendukung program dekarbonisasi serta penguatan ekonomi hijau.Baca juga: Urgensi Menimbang Ulang Rencana Pelarangan Ekspor Pasir SilikaMITI juga menyiapkan capex Rp 25 miliar pada 2026 untuk pengadaan tugboat dan LCT guna mendukung transportasi dan logistik penambangan pasir silika.MITI mencatat laba bersih Rp 10,96 miliar hingga kuartal III-2025, naik 28 persen dari Rp 8,56 miliar pada periode sama tahun lalu.Pendapatan bersih mencapai Rp 170,33 miliar, turun 22,7 persen dari Rp 220,21 miliar pada tahun sebelumnya.Penurunan pendapatan muncul karena fokus pada segmen yang lebih menguntungkan. Strategi ini mendorong kenaikan EBITDA 18,8 persen, seiring meningkatnya laba usaha dari Rp 18,37 miliar menjadi Rp 21,82 miliar hingga September 2025.


(prf/ega)