Sengketa, Hasil Pilkades Digital di Payungsari dan Tanjungmekar Karawang Ditangguhkan

2026-01-17 04:29:36
Sengketa, Hasil Pilkades Digital di Payungsari dan Tanjungmekar Karawang Ditangguhkan
KARAWANG, - Hasil pemilihan kepala desa (pilkades) berbasis digital di dua desa di Kabupaten Karawang, Jawa Barat ditangguhkan lantaran ada sengketa.Dua desa itu, yakni Desa Tanjungmekar, Kecamatan Pakisjaya, dan Desa Payungsari, Kecamatan Pedes.Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Karawang, Saefulloh, mengatakan, keputusan penangguhan itu arahan langsung dari Bupati Karawang yang menginginkan seluruh tahapan pilkades benar-benar jelas sebelum ditetapkan.“Pak Bupati sudah menyampaikan bahwa ada dua desa yang hasil pilkadesnya ditangguhkan. Itu karena Beliau ingin semuanya benar-benar jelas dan kebetulan Pak Bupati juga secara real time berada di lokasi,” ujar Saefulloh saat dihubungi, Selasa .Baca juga: Scan Barcode hingga Klik Calon, 9 Desa di Karawang Gelar Pilkades Digital SerentakPenyelesaian sengketa pilkades, kata Saefulloh, memiliki mekanisme dan tahapan yang harus dilalui secara berjenjang.Mulai dari panitia pilkades di tingkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan panitia di tingkat kecamatan dan kabupaten.Pada saat penetapan, kata dia, ada jeda waktu sekitar 30 hari kerja.Jika dalam waktu tersebut terjadi sengketa atau perselisihan, dilakukan proses mediasi dan musyawarah mufakat."Selama belum jelas, hasil pilkades belum bisa ditetapkan,” kata Saefulloh.Apabila proses mediasi tidak menemukan kesepakatan, kata Saefulloh, sengketa dapat dilanjutkan melalui jalur hukum ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).Saat ini, kata dia, hanya dua desa yang masih dalam proses penyelesaian sengketa.Baca juga: Sikka Siapkan Anggaran Rp 3,9 Miliar untuk Pilkades di 132 DesaAdapun satu desa lainnya, yaitu Cikampek, selesai pada Minggu tengah malam.Meski begitu, proses administrasi dan pembinaan tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku.“Untuk sementara hanya dua desa itu. Prosesnya sudah berjalan sejak tadi malam. Kita menunggu usulan resmi dari panitia dan BPD, maksimal tiga hari,” ujar dia.Terkait pengamanan kotak suara dan data pemilihan digital, Saefulloh menjelaskan bahwa pembukaan kotak suara tidak bisa dilakukan sembarangan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-01-17 04:14