Mensos Gus Ipul Siapkan BLT hingga Rp 8 Juta per Keluarga bagi Korban Bencana di Sumatera

2026-02-02 03:19:21
Mensos Gus Ipul Siapkan BLT hingga Rp 8 Juta per Keluarga bagi Korban Bencana di Sumatera
SURABAYA, - Menteri Sosial, Saifullah Yusuf menyebut akan memberikan dua jenis bantuan langsung tunai (BLT) dalam membantu pemulihan korban bencana di Sumatera.Gus Ipul, sapaan akrabnya, menjelaskan BLT yang pertama akan diberikan selama masa tanggap darurat berupa bantuan logistic dan pengadaan dapur umum.“Yang mana ini terus berlangsung sampai hari ini. Yang nilainya terus bertambah sampai nanti masa kedaruratan selesai,” kata Gus Ipul saat ditemui di Graha Unesa, Senin .Untuk masa pasca-kedaruratan atau rehabilitasi, Kemensos nantinya akan memberikan hunian tinggal sementara maupun hunian tetap bagi korban terdampak bencana.Baca juga: Mensos Sebut BLT Sementara Telah Disalurkan kepada 29 Juta Keluarga Penerima Manfaat“Nah, bagi yang mereka nanti tinggal di hunian sementara atau hunian tetap akan mendapatkan bantuan berupa membeli isian rumah atau perabot rumah tangga sebesar Rp 3 juta per keluarga,” jelasnya.Selain itu, ada juga program pemberdayaan pemulihan ekonomi sebesar Rp 5 juta per keluarga.“Yang nanti semuanya tentu disalurkan setelah melalui proses asesmen sebesar Rp 5 juta per keluarga,” tuturnya.Sedangkan, untuk jumlah total penerima BLT korban bencana di Sumatera masih dalam proses pendataan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pemerintah daerah.Baca juga: Pemda Terdampak Bencana di Sumatera Bisa Ubah APBD, Mendagri Terbitkan SEIa menambahkan, para korban juga akan menerima jaminan hidup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sebesar Rp 15.000 setiap orang per harinya, terhitung sejak menempati hunian tersebut selama 3 bulan.“Jadi kalau sebulan berarti per orang itu sekitar Rp 450.000. Kalau misalnya anggota keluarganya empat orang, maka Rp 450.000 dikalikan empat,” sebutnya.Berbagai program BLT tersebut targetnya akan diserahkan ketika penerima penyalur sudah terdata dengan lengkap.Baca juga: Mengenal Jembatan Bailey, Jenis Jembatan yang Dibangun di Sumatera PascabencanaSementa itu, kini pihaknya tengah menyalurkan santunan bagi ahli waris keluarga yang meninggal dunia atau korban meninggal dunia sebesar Rp 15 juta.Tercatat, sudah ada 86 ahli waris yang sudah menerima santunan yang tersebar di Kabupaten Pidie Jaya, Kabupaten Pidie di Aceh, dan Kota Sibolga di Sumatera Utara.“Mungkin juga kita akan memulai penyaluran juga di Sumatera Barat, yang semuanya kita salurkan setelah datanya kami peroleh dari BNPB dan Kabupaten Kota. Ya, ini yang lagi berproses sekarang,” pungkasnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-02-02 01:48