Cegah Kejahatan Siber, IPOT Perkuat Sistem Keamanan Berlapis

2026-01-12 05:00:28
Cegah Kejahatan Siber, IPOT Perkuat Sistem Keamanan Berlapis
JAKARTA, — Industri jasa keuangan dan pasar modal Indonesia menghadapi kenaikan signifikan kasus kejahatan siber sepanjang beberapa tahun terakhir.Pola serangannya semakin beragam, mulai dari phishing, social engineering, hingga situs palsu yang secara khusus menargetkan nasabah perbankan dan investor ritel.Dalam sejumlah laporan, pelaku kejahatan berhasil memperoleh authentication credentials seperti username, password, PIN, bahkan OTP, tanpa disadari korban.Baca juga: Kejahatan Siber Naik 25 Persen, BI Ingatkan Ancaman ke Kepercayaan DigitalSHUTTERSTOCK/OZRIMOZ Ilustrasi kejahatan siber. Kerugian yang ditimbulkan mencapai puluhan miliar rupiah dari peretasan akun dan aksi phishing. Situasi tersebut memicu kekhawatiran publik serta pertanyaan mengenai standar keamanan digital yang diterapkan pelaku industri jasa keuangan.Salah satu akar kerentanan yang banyak tidak disadari pengguna adalah penggunaan Email-OTP sebagai metode autentikasi.E-mail yang dapat diakses dari berbagai perangkat, rentan diretas, dan menjadi sasaran utama phishing, dinilai menjadi titik lemah yang mudah dimanfaatkan pelaku kejahatan.Karena alasan itulah, perbankan nasional sejak lama meninggalkan Email-OTP dan mengadopsi autentikasi berbasis SIM card (SIM-OTP) yang dianggap lebih aman.Baca juga: Simak 5 Jenis Kejahatan Siber Sektor Keuangan, Awas Bisa Kuras Tabungan Anda!PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) menilai literasi keamanan digital menjadi aspek penting di tengah meningkatnya ancaman.IPOT mengajak investor memahami perbedaan mendasar antara Email-OTP dan SIM-OTP, karena sebagian perusahaan sekuritas di Indonesia masih menggunakan Email-OTP sebagai lapisan autentikasi.


(prf/ega)