Ojol di Sidoarjo Alami Lonjakan Orderan Makanan Saat Warga Kebanjiran

2026-01-13 09:53:15
Ojol di Sidoarjo Alami Lonjakan Orderan Makanan Saat Warga Kebanjiran
SIDOARJO, - Pengemudi ojek online (ojol) di Sidoarjo mengalami lonjakan pesanan makanan dari warga Kelurahan Sidokare, seiring dengan banjir yang melanda kawasan tersebut dengan ketinggian mencapai 40 sentimeter, Kamis .Yudhi, salah satu pengemudi ojol, mengungkapkan bahwa pesanan makanan dari wilayah Kelurahan Sidokare meningkat dua kali lipat dibandingkan hari biasa.Ia menjelaskan bahwa peningkatan pesanan ini disebabkan oleh ketidakmampuan warga memasak akibat tingginya genangan air.Baca juga: Terendam Banjir, 105 Penghuni UPTD Liponsos Kabupaten Sidoarjo Dievakuasi“Sejak pagi sampai siang, pesanan makanan dari Sidokare terus masuk. Warga ngakunya malas ke pasar dan akhirnya nggak masak karena banjir," ujar Yudhi.Ia juga menambahkan bahwa akses menuju beberapa kompleks perumahan di Kelurahan Sidokare sulit dilalui akibat genangan air yang cukup tinggi.Meskipun demikian, Yudhi dan pengemudi ojol lainnya tetap berusaha mengantarkan pesanan.“Banjirnya tinggi, kadang tingginya hampir nutupi karburator motor. Untungnya nggak sampai mogok. Kalau mogok ya terpaksa dituntun saja," tambahnya.Yudhi mengaku nekat menerobos banjir demi memastikan pesanan warga dapat diterima, meskipun ia harus rela pakaian basah akibat tingginya genangan air."Ya kasihan juga kalau pesanannya nggak diterima. Mau nggak mau tetap diantar saja, kasian juga kalau mereka di rumah nggak ada makanan," tutup Yudhi.Baca juga: Bupati Subandi Ungkap Penyebab Banjir di Sidoarjo Sebelumnya, Bupati Sidoarjo, Subandi, menjelaskan bahwa banjir di pusat Sidoarjo Kota disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi yang mengguyur selama berjam-jam.Selain itu, air rob dari perairan Barat Kabupaten Sidoarjo juga berdampak pada pemukiman warga.Untuk mengatasi masalah ini, Subandi menyebutkan bahwa pemerintah daerah akan melakukan normalisasi sungai dan memperluas saluran untuk menampung air hujan.Ia juga berencana menggandeng pakar dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya untuk mencari solusi terhadap banjir yang melanda.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-01-13 10:14