JAKARTA, – Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) DKI Jakarta menemukan produk pangan olahan yang mengandung formalin saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sebuah supermarket di wilayah Kembangan, Senin .Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah menyebutkan bahwa zat berbahaya tersebut ditemukan pada produk manisan buah pala yang dipajang di etalase swalayan."Tadi saya melihat beberapa sampel mayoritas aman, negatif. Tapi ada yang tidak aman, terkait manisan pala. Manisan pala ini ternyata mengandung formalin," ujar Iin usai melakukan sidak di salah satu supermarket di Puri Indah, Senin .Baca juga: Wali Kota Jakbar Sidak Pasar dan Swalayan Jelang Nataru, Temukan Produk BerformalinPantauan Kompas.com di lokasi, manisan buah pala tersebut dijual dalam sebuah kemasan dan berwarna hijau pekat.Iin mengaku terkejut dengan temuan tersebut karena secara visual manisan pala itu terlihat bersih, berwarna terang, dan tidak mencurigakan.Menurut dia, temuan ini menjadi peringatan keras karena masyarakat umumnya hanya mewaspadai formalin pada produk basah, di antaranya tahu, mi, dan ikan."Ini kan tidak disangka-sangka oleh kita ya secara umum. Tampilannya juga tidak terlihat (berbahaya), dan masyarakat pun tidak tahu pastinya, mikir kalau formalin itu biasanya ada di tahu, di tempe. Tetapi ini ada di manisan pala," ucapnya.Sementara itu, Kepala BBPOM DKI Jakarta Sofiyani Chandrawati menjelaskan, temuan ini terungkap setelah petugas melakukan pengambilan sampel dan pengujian cepat (rapid test) langsung di lokasi.Dari total 16 sampel pangan olahan yang diuji, satu sampel dinyatakan positif mengandung bahan kimia berbahaya, yaitu manisan pala tersebut."Dari hasil sampling terkait pangan olahan, 16 sampel tadi sudah disampaikan oleh Bu Wali, satu tidak memenuhi syarat (mengandung) formalin pada manisan pala," jelasnya.Baca juga: Pengakuan Mata Elang: Mengapa Penarikan Kendaraan di Jalan Kerap Disertai Kekerasan?Sofiyani memaparkan bahwa pengujian difokuskan pada produk yang diduga mengandung pengawet berupa formalin ataupun boraks dan pewarna tekstil berupa Rhodamin B dan Metanil Yellow.Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada mengenali ciri-ciri pangan berformalin.Menurut dia, makanan berpengawet berbahaya biasanya memiliki bau khas bahan kimia meski tampilannya terlihat menarik."Kalau ada formalinnya itu biasanya baunya tuh sudah enggak enak. Jadi kalau orang-orang yang sensitif itu bisa mencium bau formalin yang tidak enak itu," kata dia."Contohnya mi yang berformalin itu dia mengkilat, keras. Lalat aja dia enggak akan mau hinggap," sambungnya
(prf/ega)
Pemkot Jakbar Temukan Manisan Pala Berformalin yang Dijual di Supermarket
2026-01-13 07:15:46
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-13 07:27
| 2026-01-13 07:03
| 2026-01-13 06:26
| 2026-01-13 06:10










































