Jejeran Bangunan Liar yang Bikin Macet di Citayam Akhirnya Dibongkar

2026-02-04 17:28:52
Jejeran Bangunan Liar yang Bikin Macet di Citayam Akhirnya Dibongkar
DEPOK, – Sebanyak 92 bangunan liar (bangli) di sepanjang Jalan Raya Citayam, Kota Depok, dibongkar oleh Satpol PP.Penertiban ini dilakukan karena bangunan semi permanen tersebut dianggap menjadi sumber kemacetan dan banjir di kawasan sekitar.Jejeran bangunan liar yang digunakan sebagai lapak dagangan buah kelapa, nasi uduk, parkiran ojek pangkalan, hingga lapak sayur, dirobohkan secara merata.Baca juga: Satpol PP Depok Bongkar 92 Bangunan Liar di Sepanjang Jalan CitayamSatu unit ekskavator dikerahkan untuk menertibkan bangunan dan sekaligus mengeruk lahan yang dilapisi semen, agar area tersebut tidak lagi digunakan untuk aktivitas perdagangan.Beberapa pemilik bangunan bahkan terlihat mencoba membongkar mandiri, termasuk lapak parkiran ojek pangkalan yang berdiri di tepi pagar rel kereta.Selama pembongkaran, petugas Dinas Perhubungan Depok dan aparat kepolisian turut membantu mengurai kepadatan kendaraan yang sempat tersendat.“Alhamdulillah kami sudah membongkar bangunan di sini sebagian besar ya, totalnya 92 bangunan permanen dan non permanen,” ujar Kabid Trantibum Panwal Satpol PP Depok, Agus Mohammad, Rabu .Agus menjelaskan, bangunan liar tersebut melanggar garis sepadan kali yang diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2022. Lahan yang seharusnya kosong justru dimanfaatkan untuk berdagang atau parkir motor, sehingga menjadi sumber kemacetan terutama pada jam sibuk.“Ini salah satu sumber kemacetan, makanya nanti dari DLHK mungkin melakukan penghijauan," ucap Agus.Baca juga: Pemkot Depok Siapkan Pelebaran Jalan Citayam Usai 92 Bangunan Liar Dibongkar"Area ini digunakan untuk pedagang, makanya lahannya kita keruk (biar tidak digunakan berdagang lagi), lalu nanti dari DLHK melakukan penghijauan,” tambah Agus.Setelah penertiban, lahan yang berimpitan dengan sungai tersebut direncanakan untuk penghijauan sekaligus pelebaran jalan, diharapkan mampu menekan kemacetan.Dinas Perhubungan Depok juga akan menata angkutan umum yang kerap berhenti sembarangan, serupa dengan penataan yang dilakukan di Stasiun Depok Lama.“Dari Dishub Depok juga, nanti mungkin dilakukan penataan, terutama angkutan kendaraan yang berhenti sembarangan, seperti yang kita lakukan di Stasiun Depok Lama,” terang Agus. Satpol PP Depok menegaskan, penertiban bangunan liar tidak hanya dilakukan di Jalan Raya Citayam.Beberapa ruas jalan lainnya, seperti Jalan Raya Mampang, Jalan Grogol, Kali Licin, kawasan GDC, dan Jalan Komodo di Beji, juga akan menjadi fokus penertiban selanjutnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-02-04 16:43