Utang Pemerintah RI Tembus Rp 9.408 Triliun, Didominasi SBN

2026-01-12 09:30:54
Utang Pemerintah RI Tembus Rp 9.408 Triliun, Didominasi SBN
JAKARTA, - Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mencatatkan, posisi utang pemerintah per akhir Kuartal III-2025 senilai Rp 9.408,64 triliun.Jika dirinci lebih lanjut, komposisi utang pemerintah Rp 9.408,64 triliun itu didominasi oleh hasil penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) Rp 8.187,55 triliun atau sekitar 87,02 persen. Sedangkan yang berasal dari pinjaman mencapai Rp 1.221,09 triliun (12,98 persen)."Pemerintah mengelola utang secara cermat dan terukur untuk mencapai portofolio utang yang optimal dan mendukung pengembangan pasar keuangan domestik," dikutip dari laman DJPPR, pada Senin .Baca juga: Lika-Liku Matangkan Strategi Negosiasi Utang Whoosh, Peran Purbaya Jadi SorotanDari sisi rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB), per akhir Kuartal III-2025 telah mencapai 40,30 persen.Utang yang berasal dari penerbitan SBN itu pun melonjak sekitar 2,59 persen dibanding kuartal sebelumnya yang sebesar Rp 7.980,87 triliun."Komposisi utang Pemerintah mayoritas berupa instrumen SBN yang mencapai 87,02 persen," tulis DJPPR dalam laporan utangnya.Sebelumnya, di Kuartal II, posisi utang pemerintah mencapai sekitar Rp 9.138 triliun per akhir Juni 2025.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan strategi pemerintah dalam mengelola utang negara yang kini tembus Rp 9.000 triliun.Menurutnya, kunci utama menjaga kemampuan bayar utang adalah memastikan anggaran negara dibelanjakan secara efisien dan memberikan dampak maksimal pada perekonomian."Strategi yang pertama adalah anggarannya dibelanjakan, tepat sasaran, tepat waktu, enggak ada kebocoran, optimalkan dampak anggaran ke perekonomian," ujar Purbaya saat ditemui di kantornya, Senin .Baca juga: Utang RI Tembus Rp 9.138 Triliun, Purbaya: Enggak Usah Terlalu Panik...


(prf/ega)