Saat Korban Bencana Aceh Tamiang Tertegun Terima Bantuan dari Pembaca Kompas.com

2026-01-30 23:44:59
Saat Korban Bencana Aceh Tamiang Tertegun Terima Bantuan dari Pembaca Kompas.com
ACEH, - Warga Sekerak Kiri, Aceh Tamiang, Aceh, menyambut hangat bantuan penerangan yang berasal dari donasi para pembaca Kompas.com.Bantuan ini disalurkan untuk korban banjir di Aceh Tamiang, meliputi genset, sembako, lampu solar cell, alat ibadah, buah-buahan, tikar, susu, pampers, hingga pakaian.Salah seorang warga Dusun Baru, Sekerak Kiri, Aris, mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan penerangan berupa genset dan lampu tenaga surya.Pasalnya, listrik di wilayah Sekerak Kiri masih padam sejak banjir melanda pada Rabu ."Alhamdulillah sangat terbantu, tadi ada penerangan terasa hampir tertegun, senang ada lampu tadi membawa kita semangat kembali," ujar Aris di lokasi, Sabtu .Baca juga: Perjalanan Tim Kompas.com Salurkan Bantuan ke Pelosok Aceh Tamiang, Tembus Daerah TerisolasiAris menjelaskan, selama ini warga terpaksa menggunakan lampu minyak atau lilin setiap malam.Ia memperkirakan listrik baru bisa menyala kembali setelah lebih dari sebulan karena banyak instalasi kabel yang rusak akibat banjir.Selain penerangan, warga juga membutuhkan kelambu dan tempat tinggal."Listrik belum menyala karena instalasi rusak parah, mungkin lama menyala sebulan belum tentu," tambahnya.Banjir juga sempat menyebabkan warga kesulitan mendapatkan makanan. Selama dua hari, warga hanya mengonsumsi ubi dan pisang untuk mengatasi rasa lapar.Akses untuk membeli makanan terhambat oleh lumpur dan banyak warung yang tutup."Dua hari tidak makan karena logistik tidak ada, kita beli waktu itu jauh dan orang tidak ada yang jual. Setelah akses seminggu lalu bisa dilewati, bantuan sudah datang," tuturnya.Baca juga: Terima Bantuan dari Pembaca Kompas.com, Korban Banjir Aceh Tamiang: Penerangan Ini Sangat DibutuhkanPihak PLN sebelumnya menjelaskan, Aceh Tamiang masih dalam tahap pemulihan sistem kelistrikan pascabencana, sehingga pasokan listrik belum stabil dan dilakukan pemadaman bergilir."Dalam pemulihan sistem interkoneksi kelistrikan Aceh, masih diperlukan manajemen beban untuk mengatur nyala dan padam secara bergantian sesuai tahapan pemulihan," ujar Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, kepada Kompas.com, Rabu .Ia memastikan PLN terus berupaya mempercepat pemulihan sistem kelistrikan di Aceh meskipun dihadapkan pada medan yang berat.Di beberapa wilayah Aceh, termasuk Aceh Tamiang, pasokan listrik sementara disuplai melalui pembangkit diesel PLN dan diprioritaskan untuk fasilitas layanan umum seperti rumah sakit, PDAM, serta perkantoran publik.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-01-30 23:02