Normalisasi Ciliwung, Pramono Siapkan Rp 232 Miliar untuk Pembebasan Lahan

2026-01-13 00:39:53
Normalisasi Ciliwung, Pramono Siapkan Rp 232 Miliar untuk Pembebasan Lahan
JAKARTA, – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan kelanjutan program normalisasi aliran Sungai Ciliwung pada 2026.Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku telah menyusun skema kerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dalam melakukan normalisasi Ciliwung."Kerja sama kami selama ini dengan Kementerian PU sudah sangat baik. Dengan kerja sama ini, saya yakin akan membuat Sungai Ciliwung menjadi lebih baik, lebih bersih," kata Pramono usai menghadiri rangkaian Hari Bakti Pekerjaan Umum (PU) ke-80 di bantaran Sungai Ciliwung, Jumat .Baca juga: Pramono Pastikan Normalisasi Ciliwung dan Krukut Dilanjutkan: Tak Ada Alasan MenundaPemprov DKI Jakarta nantinya bertanggung jawab menyiapkan anggaran untuk melakukan pembebasan lahan bangunan di kawasan bantaran sungai.Sementara, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sebagai perwakilan pemerintah pusat akan mengerjakan pembangunan fisik tanggul."Pembebasan lahan dilakukan oleh Pemerintah DKI Jakarta, untuk pembuatan tanggulnya nanti oleh Kementerian PU," ucapnya.Pemprov DKI telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 232 miliar untuk pembebasan lahan di dua kelurahan di Jakarta.Dua wilayah yang akan menjadi target pembebasan lahan adalah Kelurahan Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur dan Kelurahan Pengadegan, Pancoran, Jakarta Selatan."Untuk yang menjadi tanggung jawab Jakarta, ada dua kelurahan. Yang pertama adalah Cililitan, ini ada 37 bidang, anggaran yang dianggarkan Rp 111 miliar," ujar PramonoSementara itu, untuk wilayah Kelurahan Pengadegan, terdapat lebih banyak bidang tanah yang akan dibebaskan."Kemudian ada di Kelurahan Pengadegan, ada 54 bidang. Anggaran yang dialokasikan, diestimasikan kurang lebih Rp 121 miliar," ucap diaSelain Ciliwung, Pramono juga menyoroti urgensi normalisasi pada Kali Krukut sepanjang 1,3 kilometer.Langkah ini dinilai krusial untuk menyelamatkan kawasan Kemang, Jakarta Selatan yang merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi yang kerap lumpuh akibat banjir."Kami juga akan melakukan normalisasi atau pembersihan Kali Krukut sepanjang 1,3 kilometer. Kami tahu kalau tidak dilakukan, maka daerah Kemang, Kemang Village, dan sebagainya pasti akan banjir terus-menerus," ungkap dia.Baca juga: Ahok Beberkan Strategi Normalisasi Ciliwung dan Rahasia Pintu Air ManggaraiProgram normalisasi sungai juga menjadi salah satu fokus untuk mencapai target Jakarta sebagai Kota Global.


(prf/ega)