Penyanyi Veteran, Denny Tsao Ditemukan Meninggal di Rumahnya

2026-01-16 08:52:51
Penyanyi Veteran, Denny Tsao Ditemukan Meninggal di Rumahnya
- Penyanyi dan seniman veteran Taiwan, Denny Tsao atau Tsao Hsi Ping, tiba-tiba ditemukan meninggal di rumahnya, di Sanchong, Senin dalam usia 66 tahun.Menurut media Taiwan ETtoday, Bagian Pemadam Kebakaran Sanchong, Kota Taipei menerima panggilan dari anak baptis Denny Tsao sekitar pukul 10 malam.Anak baptisnya berlinang air mata saat memberitahu petugas di lokasi kejadian kondisi ayahnya setelah melaporkan kejadian tersebut.Ketika petugas darurat tiba di kediamannya di Sanchong, mereka menemukan bahwa Denny Tsao tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan, dan tubuhnya sudah menunjukkan livor mortis (perubahan warna kulit menjadi keunguan atau kemerahan setelah kematian) dan rigor mortis (kekakuan otot pada tubuh setelah kematian) yang jelas.Baca juga: Siapa Zhou Yiran? Aktor Drama China Populer yang Datang ke IndonesiaPolisi mengesampingkan kemungkinan adanya tindak kejahatan, meskipun penyebab pasti kematian masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut.Keluarga disebut memutuskan untuk tidak membawa Tsao ke rumah sakit, dan tempat kejadian kemudian diserahkan kepada polisi.Sementara petugas medis menilai bahwa kematiannya kemungkinan besar disebabkan oleh kondisi medis internal.Kematiannya yang mendadak mengejutkan banyak orang, terutama karena ia dilaporkan telah memperbarui akun media sosialnya pada dini hari tanggal 29 Desember.Baca juga: Fakta Kasus Zhang Yiyang, Aktor China Pertama yang Dihukum MatiNamun, laporan selanjutnya menunjukkan bahwa ia mungkin telah meninggal dunia beberapa waktu sebelumnya.Tsao telah berkecimpung di dunia hiburan selama lebih dari 40 tahun, pertama kali meraih ketenaran di dunia musik dengan single hitnya tahun 1982, 'Wild Youth'.Ia juga membintangi film berjudul sama pada tahun 1982, bersama aktor-aktor seperti Kenny Bee, Sylvia Peng, dan Chu Hai-ling.Ia adalah penyanyi yang sangat populer di Singapura dan Malaysia selama tahun 1980-an, sering mengunjungi wilayah tersebut untuk mempromosikan album-albumnya, menurut Shin Min Daily News berbahasa Mandarin.Penggemar sangat mencintainya karena gaya bicaranya yang blak-blakan namun humoris, dan menjadi wajah yang familiar di acara variety show populer Taiwan seperti Kangsi Coming dan Hot Door Night.Ia juga terkenal karena kebiasaan uniknya di lokasi syuting yaitu meniup peluit, serta jargon khasnya "Chou Ba Guai", yang secara kasar diterjemahkan sebagai "kau makhluk jelek".Denny juga merambah dunia presenter. Tsao adalah anggota tetap dalam acara variety show Dragon Tiger Variety King (1998 hingga 2000), dan membawakan acara larut malam yang judul bahasa Cinanya dapat diterjemahkan sebagai Hot Girls Unite.Dengan gaya visualnya yang unik dan suara yang dinamis, Tsao dengan cepat menjadi penyanyi idola, yang membuatnya mendapat julukan "Hideki Saijo-nya Taiwan". Ia mengukuhkan popularitasnya dengan lagu hit lainnya, Passionate Girls (1983).Tsao diketahui belum menikah dan tidak memiliki anak.Kepergiannya menandai berakhirnya sebuah era bagi banyak penggemar yang tumbuh besar menyaksikan dirinya di layar kaca.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Dalam pembukaan forum yang berlangsung di Hedley Bull Lecture Theater 3 tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq juga menekankan bahwa pembudayaan Bahasa Indonesia tak lagi hanya menjadi urusan domestik, tetapi sudah menjadi bagian dari strategi diplomasi yang relevan di tengah perubahan geopolitik kawasan.Ia menyebut bahwa posisi Indonesia dan Australia yang semakin strategis dalam dinamika Indo-Pasifik membuat penguatan bahasa menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.Menurutnya, kedua negara tidak hanya berbagi kedekatan geografis dan hubungan diplomatik yang panjang, tetapi juga berada pada simpul penting ekonomi masa depan.Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia dan Australia sama-sama memiliki peran besar dalam rantai pasok mineral strategis yang menjadi tulang punggung transisi energi dan industri berkelanjutan. Situasi ini menempatkan kerja sama kedua negara bukan semata hubungan bilateral, tetapi bagian dari arsitektur geoekonomi global.Di atas fondasi itulah, bahasa dan pendidikan dipandang sebagai jembatan yang memperkuat kemitraan jangka panjang. Penguasaan Bahasa Indonesia di Australia maupun peningkatan pemahaman budaya di kedua belah pihak diyakini mampu memperluas ruang kolaborasi, mulai dari dunia akademik, industri, hingga diplomasi publik.“Saya hadir mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bapak Abdul Mu’ti dalam acara Kongres Pertama Bahasa Indonesia ini untuk menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam memperkuat peran Bahasa Indonesia di kawasan regional dan global melalui diplomasi pendidikan dan kebudayaan,” tegasnya.

| 2026-01-16 08:13