SEMARANG, – Menyambut libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Tengah mengingatkan pentingnya perhatian terhadap terminal bayangan, seperti Terminal Terboyo dan Sukun di Banyumanik, Kota Semarang.Dishub juga mendorong dilakukannya pengecekan kelaikan kendaraan atau ramp check untuk memastikan keselamatan selama periode liburan.Kepala Dishub Jawa Tengah, Arief Djatmiko, menjelaskan bahwa pengawasan akan dibagi sesuai dengan tipe terminal.Baca juga: Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu Pulih, Siap Hadapi Nataru 24 Jam SepekanSelain itu, perbaikan infrastruktur pendukung, termasuk penerangan jalan, juga akan segera diupayakan sebelum libur Nataru.“Kalau terkait terminal tipe A, itu (terminal bayangan) kan rata-rata tipe A. Nanti kami koordinasikan dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD). Termasuk penerangan jalanan dan lain-lain, karena kewenangannya kan berbeda,” kata Arief saat dikonfirmasi pada Selasa .Untuk terminal tipe B yang berada di bawah kewenangan provinsi, Arief mewajibkan adanya pemeriksaan ramp check guna menekan risiko kecelakaan.“Terminal tipe B akan kita lakukan pemantauan terutama untuk keselamatan lalu lintas. Kami sudah minta kepada teman-teman di terminal tipe B untuk melakukan ramp check. Gunanya untuk mengantisipasi atau mengurangi risiko kecelakaan,” imbuhnya.Dishub juga mengambil langkah pengamanan lalu lintas dengan membatasi kendaraan sumbu tiga untuk mencegah kemacetan di Jawa Tengah.Baca juga: Cegah Kemacetan Libur Nataru, Truk Sumbu 3 Wajib Parkir di Rest Area Kecuali Bawa Sembako“Kami sudah melakukan koordinasi dengan kabupaten/kota, bahkan kami juga sudah melakukan edaran terkait pembatasan kendaraan sumbu tiga. Itu sudah kami koordinasikan agar menyiapkan rest area-area yang bisa digunakan,” ujarnya.Arief menegaskan bahwa kendaraan yang terkena pembatasan wajib berhenti di rest area dan tidak diperbolehkan keluar selama masa larangan.Truk dengan sumbu roda tiga dilarang beroperasi, sementara truk yang membawa kebutuhan pokok masih diperbolehkan melintas.“Termasuk di antaranya memantau kendaraan-kendaraan yang tidak boleh bergerak pada masa itu agar tidak keluar dari rest area. Kendaraan sumbu roda tiga dilarang. Tapi ada pengecualian untuk pembawa sembako, itu boleh jalan. Di luar sembako tidak boleh jalan,” katanya.Sebelumnya, Polda Jawa Tengah memperkirakan puncak arus mudik Natal akan terjadi pada 24 Desember.Baca juga: Jelang Nataru, Pemkab Sleman Fokus Perbaiki Akses Jalan ke Destinasi Wisata dan Jalur Utama MudikMeskipun demikian, 46 persen masyarakat masih belum memutuskan untuk mudik.Kapolda Jateng, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo, dalam rapat koordinasi Forkopimda Jawa Tengah di gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, pada Senin , mengatakan bahwa prediksi puncak arus mudik Natal terjadi pada 24 Desember dan puncak arus balik pada 28 Desember 2025."Sedangkan puncak arus balik Tahun Baru diprediksi tanggal 4 Januari 2026. Secara persentase, ada 46 persen masyarakat yang belum memutuskan (mudik), 28 persen sudah memutuskan. Kelompok yang belum pasti itu dapat berubah dalam 5 menit akhir," kata Ribut dalam keterangan tertulis.
(prf/ega)
Terminal Bayangan di Jateng Jadi Sorotan Jelang Libur Natal dan Tahun Baru
2026-01-12 14:51:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 15:35
| 2026-01-12 13:53
| 2026-01-12 13:52
| 2026-01-12 13:37
| 2026-01-12 13:33










































