Volatilitas Global Memanas, Berikut Rekomendasikan Saham Bersinyal Positif

2026-01-17 07:11:35
Volatilitas Global Memanas, Berikut Rekomendasikan Saham Bersinyal Positif
JAKARTA, - Volatilitas pasar global kembali melonjak tajam dan membuat pelaku pasar bersiap menghadapi gejolak pasar pada perdagangan pekan ini. Meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat ke level 8.414 pada akhir pekan lalu, Jumat , PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) mengingatkan bahwa lonjakan risiko global, terlihat dari naiknya VIX lebih dari 18 persen, dapat menjadi sinyal pasar memasuki fase yang lebih dinamis dan sulit ditebak. Equity Analyst IPOT, David Kurniawan, menjelaskan volatilitas pasar global kembali meningkat tajam. Indikator VIX tercatat melonjak 18,16 persen dalam sepekan terakhir. Menurutnya, kondisi ini membuat trader perlu bersiap menghadapi dinamika naik-turun pasar dan mengambil posisi dengan perhitungan risk-reward yang lebih terukur. "Volatilitas pasar global kembali meningkat. Hal ini dibuktikan dengan kenaikan indikator VIX sebesar 18,16 persen dalam seminggu terakhir. Dengan volatilitas yang tinggi, trader harus siap dengan naik-turunnya dinamika pasar dan sebaiknya ambil posisi dengan risk-reward yang sangat terukur," ujar David Kurniawan lewat keterangan pers, Senin . Baca juga: IHSG Hari ini Berpeluang Menguat ke Level 8.577, Berikut Saham Pilihan Analis Meski IHSG sempat menguat dan investor asing membukukan pembelian bersih Rp 2 triliun di pasar reguler, volatilitas global tetap menjadi faktor dominan yang perlu dicermati. David menjelaskan, sentimen global pekan lalu dipengaruhi oleh kekhawatiran pasar terhadap ekspektasi teknologi kecerdasan buatan (AI) yang dinilai belum memenuhi harapan, serta peringatan International Monetary Fund (IMF) bahwa harga aset berisiko sudah terlalu tinggi dibanding fundamental. Selain itu, pandangan anggota Komite Kebijakan Moneter The Fed masih terpecah mengenai kemungkinan pemangkasan suku bunga pada Desember 2025, karena pasar tenaga kerja dinilai masih cukup kuat. Dari sisi domestik, sentimen datang dari laporan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang mencapai Rp 479,7 triliun per Oktober, meski pemerintah menilai kondisinya masih terkendali. Bank Indonesia (BI) juga memutuskan menahan suku bunga acuan (BI Rate) di posisi 4,75 persen. Baca juga: AI Tak Lagi Jadi Penopang, Saham Teknologi AS Mulai Tertekan Memasuki pekan 24-28 November 2025, David kembali menegaskan volatilitas global menjadi faktor utama yang harus dipantau. Kenaikan VIX yang signifikan menunjukkan ketidakpastian global meningkat, sehingga investor perlu meningkatkan kewaspadaan dalam mengambil risiko. Untuk merespons kondisi tersebut, IPOT mendorong strategi fokus pada saham-saham bersinyal positif, penggunaan booster modal, serta pemanfaatan instrumen obligasi. Seluruh strategi dapat dikelola melalui fitur multi account sehingga tujuan dan risiko investasi dapat dipisahkan lebih jelas, sementara fitur Shared Access dapat dimanfaatkan untuk berinvestasi bersama keluarga atau komunitas. Baca juga: Arah Wall Street Pekan Ini: Investor Tunggu Sinyal Daya Beli Konsumen AS


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-01-17 04:47