KUPANG, - Aktivitas di Pelabuhan Tenau, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Nusa Temggara Timur (NTT), tampak terus bergerak sejak pagi.Kapal-kapal penumpang dan barang keluar-masuk, mengisi ruang-ruang dermaga yang kini kian padat.Di tengah geliat itu, muncul kabar penting: pelabuhan utama di NTT tersebut diusulkan untuk naik tipe menjadi pelabuhan kelas satu.Usulan ini datang seiring rencana perluasan dermaga yang saat ini hanya dirancang sepanjang 410 meter dan terbagi dalam beberapa segmen.Baca juga: Menhub Pastikan Swasta, BUMN dan BUMD Kelola Pelabuhan Tanjung CaratPerubahan status dan pengembangan fasilitas dianggap mendesak agar mobilitas penumpang serta distribusi logistik di wilayah perbatasan ini dapat berjalan lebih optimal.“Kami sudah usulkan untuk naik kelas satu karena saat ini Pelabuhan Tenau masih berstatus tipe kelas tiga. Kondisi dermaganya pun terpisah-pisah, ada yang panjangnya 110 meter dan ada yang 300 meter,” kata Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Kupang, Simon Baon, saat ditemui di Pelabuhan Tenau, Kamis .Menurut Simon, kebutuhan memperluas pelabuhan bukan semata soal kapasitas, melainkan juga posisi strategis NTT sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan Australia, Timor Leste, dan Papua Nugini.Baca juga: Dudy Bakal Cek Tanggul Beton di Cilincing, Terkait Pelabuhan MarundaPelabuhan Tenau menjadi salah satu titik lego jangkar penting bagi kapal-kapal yang melintas di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI).“NTT punya potensi alam yang sangat besar. Peternakan dan pertanian kita juga berpotensi masuk pasar luar negeri. Karena itu Pelabuhan Tenau harus siap mendukung arus logistik dan perdagangan,” ujar Simon.Menjelang periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), KSOP bersama Pelindo dan Pelni Cabang Kupang menyiapkan 25 kapal penumpang dan barang dengan kapasitas angkut 15.000 hingga 20.000 penumpang. Seluruh armada sudah melalui uji petik oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.Sebanyak empat dermaga multipurpose, kontainer, lokal, dan peti kemas disiapkan sebagai sarana utama untuk mendukung mobilitas orang dan barang. Khusus layanan peti kemas, operasionalnya sudah dimulai sejak akhir November 2025.Baca juga: Jadi Hub Indonesia Timur, Pelabuhan Anggrek Gorontalo Terus Digenjot“Pelayanan peti kemas sudah berjalan sejak November dan ada peningkatan signifikan terkait kebutuhan logistik menjelang Nataru,” jelas Simon.Penasihat Utama Dharma Laut Utama (DLU) yang juga anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, menegaskan bahwa usulan peningkatan status Pelabuhan Tenau dan rencana perluasannya harus diproses dengan cepat.Dalam kunjungannya, Bambang melihat langsung tingginya intensitas kapal yang bersandar di pelabuhan itu.“Pelabuhan ini berada di jalur ALKI dan berbatasan dengan tiga negara sekaligus. Tentu pelabuhan ini harus tampil bagus. Ini wajah Indonesia di tapal batas,” tegas Bambang.Baca juga: Pelabuhan Kalibaru Akan Punya Akses Baru, Nyambung Tol Cibitung-Cilincing
(prf/ega)
Berbatasan dengan 3 Negara, Pelabuhan Tenau Diusulkan Naik Kelas
2026-01-12 16:53:00
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 16:53
| 2026-01-12 16:46
| 2026-01-12 16:26
| 2026-01-12 16:25
| 2026-01-12 16:03










































