Prakiraan Cuaca Semarang Hari Ini 9 Desember 2025, BMKG: Hujan Ringan Merata

2026-01-12 05:06:08
Prakiraan Cuaca Semarang Hari Ini 9 Desember 2025, BMKG: Hujan Ringan Merata
- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan prediksi cuaca untuk beberapa wilayah di Jawa Tengah, termasuk Kota Semarang, sepanjang Selasa .Menurut BMKG, pada hari ini, Kota Semarang akan diguyur hujan ringan.Sedangkan suhunya berkisar antara 23 hingga 27 derajat Celsius, dengan kelembapan antara 79-97 persen.Sedangkan di Kabupaten Semarang, diprakirakan hari ini akan hujan ringan merata, dengan suhu antara 20 hingga 24 derajat Celsius.Kelembapan sendiri akan berkisar antara 81-98 persen.Baca juga: Cuaca Ekstrem hingga Februari 2026, Ini Cara Cek Titik Banjir Pakai HPSelain itu, BMKG juga memprediksi cuaca untuk beberapa wilayah Jawa Tengah (Jateng), seperti berikut ini:Baca juga: Cuaca Buruk di Laut Sumbar 7–10 Desember 2025, BMKG Minta Nelayan WaspadaBMKG mengingatkan bahwa meskipun Indonesia umumnya tidak berada pada jalur siklon, anomali cuaca dapat mengubah pola tersebut, seperti Siklon Senyar yang menyebabkan kerusakan luas dan hujan ekstrem lebih dari 380 mm/hari di Aceh beberapa waktu lalu.BMKG memprakirakan, pada 28 Desember–10 Januari, hampir seluruh wilayah Pulau Jawa, Bali, NTT, NTB, hingga sebagian Sulawesi Selatan dan Papua Selatan berpotensi mengalami hujan tinggi hingga sangat tinggi (300-500 mm per bulan).Di sisi lain, potensi banjir rob juga perlu diwaspadai di pesisir Jakarta, Banten, dan Pantura Jawa Barat, terutama akibat fase perigee dan bulan purnama pada pertengahan Desember.Untuk mendukung percepatan penanganan darurat dan distribusi logistik, BMKG bersama BNPB menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di tiga bandara, yaitu Sultan Iskandar Muda (Aceh), Kualanamu (Sumut), dan Bandara di Padang.Operasi dilakukan untuk menurunkan hujan di wilayah tidak terdampak, atau mencegah hujan di zona rawan bencana, menggunakan penyemaian NACL atau Calcium Oxide.“OMC hanya bisa dilakukan bila gubernur menetapkan status siaga darurat. Tanpa itu, operasi tidak bisa dijalankan karena biaya dan risikonya sangat besar,” jelasnya, dilansir dari laman resmi BMKG.


(prf/ega)