TEL AVIV, – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan akan mempresentasikan rencana kemungkinan serangan baru terhadap Iran kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam kunjungannya ke Washington.Laporan NBC News pada Sabtu menyebutkan, rencana itu akan disampaikan dalam pertemuan keduanya yang dijadwalkan berlangsung di resor Mar-a-Lago, Florida, pada akhir bulan ini.Menurut laporan tersebut, Israel kian khawatir Iran tengah membangun kembali, bahkan memperluas, produksi rudal balistiknya setelah perang selama 12 hari pada Juni lalu.Baca juga: Israel Resah AS–Qatar Kembali Bahas Penjualan Jet Tempur F-35Selain itu, Israel juga mencemaskan upaya Teheran untuk memulihkan program pengayaan nuklirnya yang sebelumnya mengalami kerusakan berat akibat serangan Israel dan Amerika Serikat.AFP/ATTA KENARE Warga Iran berjalan melewati rudal Sejjil (kiri) dan rudal balistik jarak menengah Qadr-H yang ditampilkan di sebelah potret Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, saat pameran pekan pertahanan memperingati perang Iran-Irak 1980, di Lapangan Baharestan, Teheran, 25 September 2017.Meski Israel secara terbuka menyebut program nuklir Iran sebagai ancaman eksistensial, para pejabat yang dikutip NBC News mengatakan bahwa rudal balistik justru dipandang sebagai ancaman yang lebih mendesak bagi Yerusalem.“Program senjata nuklir sangat mengkhawatirkan. Ada upaya untuk membangunnya kembali. [Namun] ancamannya tidak sedekat itu,” ujar seorang sumber yang mengetahui rencana Israel kepada NBC News.Sumber lain menambahkan, “Ancaman dari rudal itu sangat nyata, dan kami tidak mampu mencegah semuanya terakhir kali.”Seorang sumber yang mengetahui langsung persoalan ini, serta sejumlah mantan pejabat AS, mengatakan kepada NBC bahwa Israel meyakini produksi rudal balistik Iran dapat meningkat hingga 3.000 unit per tahun jika tidak dibatasi.Persenjataan tersebut tidak hanya mengancam Israel, tetapi juga dapat menjadi alat penangkal terhadap langkah Israel untuk bertindak melawan proksi Iran di kawasan atau terhadap program nuklirnya.Israel melancarkan perang melawan Iran pada Juni lalu dengan menargetkan program nuklir dan rudal balistik, yang disebut sebagai ancaman eksistensial yang segera bagi negara Yahudi itu.Selama 12 hari, gelombang serangan udara berturut-turut menewaskan ilmuwan nuklir Iran, melumpuhkan sebagian besar pasokan dan kapasitas produksi program rudal, serta merusak fasilitas pengayaan uranium.Baca juga: Ilmuwan Iran Dieksekusi Mati, Disebut Mengaku Mata-mata Israel Setelah Ibunya DiancamAmerika Serikat ikut terlibat pada hari-hari terakhir konflik dengan menyerang fasilitas nuklir bawah tanah yang hanya dapat ditembus bom penghancur bunker berat. Iran menyatakan lebih dari 1.000 orang tewas akibat serangan Israel.Teheran membalas dengan meluncurkan lebih dari 500 rudal balistik dan sekitar 1.100 drone ke wilayah Israel, yang menewaskan 32 orang dan melukai lebih dari 3.000 lainnya, menurut pejabat kesehatan dan rumah sakit Israel.Secara keseluruhan, Israel mengalami 36 dampak rudal dan satu serangan drone di wilayah berpenduduk, yang merusak 2.305 rumah di 240 bangunan, dua universitas, serta satu rumah sakit, dan menyebabkan lebih dari 13.000 warga Israel mengungsi.
(prf/ega)
Netanyahu Akan "Briefing" Trump soal Serangan Baru ke Iran, Ajak AS Gempur Teheran
2026-01-11 00:13:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 03:33
| 2026-01-11 03:24
| 2026-01-11 02:12
| 2026-01-11 02:12
| 2026-01-11 01:26










































