- Amerika Serikat bakal melakukan pengecekan terhadap riwayat media sosial selama lima tahun terakhir sebagai syarat masuk ke negaranya.Ketentuan ini berdasarkan proposal baru yang diajukan oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS), serta Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CBP).Dikutip dari BBC, ketentuan baru ini akan berdampak pada wisatawan atau pengunjung dari puluhan negara yang memenuhi syarat untuk mengunjungi AS selama 90 hari tanpa visa.Asalkan, mereka telah mengisi formulir pada Sistem Elektronik untuk Otoritas Perjalanan (ESTA).Baca juga: AS Sita Kapal Tanker Minyak di Lepas Pantai Venezuela, Ketegangan Semakin MeningkatProposal tersebut menyatakan, pelamar harus memberikan akun media sosial mereka dari 5 tahun terakhir.Namun, tak ada rincian lebih lanjut tentang informasi spesifik apa yang akan dibutuhkan.ESTA yang ada saat ini hanya memerlukan informasi yang relatif terbatas dari para pelancong.Selain pengumpulan informasi media sosial, dokumen baru ini juga mengusulkan pengumpulan nomor telepon dan alamat email pelamar yang digunakan selama lima dan 10 tahun terakhir, serta informasi lebih lanjut tentang anggota keluarga mereka.Proposal tersebut mengutip perintah eksekutif dari Trump awal tahun ini untuk melindungi warga AS dari teroris asing dan ancaman keamanan nasional.Baca juga: Ketegangan Memuncak, Jet Tempur AS Mondar-Mandir Dekat VenezuelaPresiden AS, Donald Trump mengaku tak khawatir bahwa kebijakan itu bakal menyebabkan penurunan tajam dalam sektor pariwisata."Tidak. Kami melakukannya dengan sangat baik. Kami hanya ingin orang-orang datang ke sini dengan aman. Kami menginginkan keselamatan. Kami menginginkan keamanan," ujarnya."Kami ingin memastikan bahwa kami tidak membiarkan orang yang salah masuk ke negara kami," sambungnya.AS memperkirakan, jumlah wisatawan asing tahun depan akan mengalami peningkatan besar, seiring penyelenggaraan Piala Dunia 2026.Sejak kembali menjadi presiden, Trump memang telah mengambil langkah tegas untuk memperketat perbatasan AS karena alasan keamanan.Para ahli sebelumnya telah memperingatkan, perubahan kebijakan perjalanan yang di bawah pemerintahan Trump telah berdampak pada industri pariwisata AS.Awal tahun ini, World Travel & Tourism Council mengatakan, AS adalah satu-satunya dari 184 negara yang diperkirakan akan mengalami penurunan pengeluaran wisatawan internasional pada tahun 2025.
(prf/ega)
Masuk AS Lebih Ketat, Riwayat Medsos Selama Lima Tahun Bakal Dicek
2026-01-12 22:31:51
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 23:10
| 2026-01-12 22:56
| 2026-01-12 22:54
| 2026-01-12 22:04
| 2026-01-12 21:46










































