Tembakan Roket China ke Selat Taiwan Kagetkan Warga, Terdengar Suara Keras

2026-01-17 04:53:07
Tembakan Roket China ke Selat Taiwan Kagetkan Warga, Terdengar Suara Keras
PINGTAN, - Langit biru yang jernih di atas Pulau Pingtan, China, tiba-tiba terbelah oleh suara dentuman keras pada Selasa .Para turis yang sedang menikmati panorama laut dari kuil kecil di tepi pantai pun sontak menoleh ke arah suara itu.Rudal melesat di kejauhan menuju Selat Taiwan, meninggalkan jejak asap panjang. Suasana menjadi riuh ketika para pengunjung, mayoritas berasal dari China daratan, bergegas mengabadikan momen tersebut dengan ponsel dan tongkat selfie (tongsis) mereka.Baca juga: China Kerahkan Kapal Perang dan Pesawat Pengebom, Lancarkan Tembakan ke Sekitar TaiwanPulau Pingtan terletak hanya sekitar 130 kilometer dari Taiwan. Lokasinya menjadikannya garis depan strategis dalam latihan militer China yang sedang digelar di sekitar Taiwan, pulau berpemerintahan sendiri yang diklaim Beijing sebagai bagian dari wilayahnya.Seorang turis bernama Chen (63) asal Sichuan mengaku tak terkejut dengan aktivitas militer itu. Ia justru merasa bangga menyaksikan langsung latihan tersebut."Negara kita semakin kuat dan makmur... Itulah mengapa negara kita memiliki kemampuan untuk melakukan ini," ujar Chen kepada AFP.Chen mengaku pernah ke Taiwan dan berharap hubungan antara kedua pihak bisa berujung pada penyatuan damai.Di sekitarnya, sekelompok perempuan paruh baya sempat berpose untuk berfoto di depan kuil sebelum berseru serempak, “Penyatuan Tanah Air!”Mereka mengaku datang khusus dari Sichuan untuk menyaksikan dari dekat lokasi terdekat China ke Taiwan.AFP/ADEK BERRY Jejak roket yang ditembakkan Tentara Pembebasan China (PLA) di Pulau Pingtan, Provinsi Fujian, China timur, ke arah Taiwan pada Selasa ."Dilihat dari sini, meskipun kita tidak bisa melihatnya, rasanya kita benar-benar dekat," kata Zhang (59), salah satu turis lainnya.Zhang juga pernah menginjakkan kaki di Taiwan dan mengatakan bahwa biaya hidup di sana relatif tinggi.“Harga-harga di sana sangat mahal, dan sebenarnya, para lansia di sana tidak memiliki kualitas hidup setinggi kita,” klaimnya.Ia menilai latihan militer tersebut langkah untuk mencegah gerakan separatis. "Kalau kita tidak menghalangi mereka, para separatis Taiwan itu akan terus menghasut rakyat mereka dan mempertahankan sikap pemberontak terhadap kita dan Partai Komunis China," ujar Zhang.Baca juga: Jepang, China, dan Ezra Vogel: Dialektika Ketegangan di Selat TaiwanBerbeda dengan para turis, warga lokal Pingtan justru bersikap lebih tenang. Bagi mereka, pemandangan jet tempur melintas di langit sudah menjadi hal biasa dalam beberapa tahun terakhir.Di salah satu desa pesisir, sejumlah warga tampak menjalani aktivitas harian seperti mengambil air dari sumur atau menonton televisi. Beberapa menolak dimintai komentar tentang situasi di Taiwan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Pendekatan “heritage meets modern” tersebut akan menjadi salah satu strategi utama Bata ke depan. Bata, kata Panos, ingin menghidupkan identitas lama yang disukai generasi sebelumnya, tetapi dihadirkan dengan desain yang sesuai selera generasi baru.Transformasi tidak hanya terjadi pada produk, tetapi juga pada retail experience. Laporan Tahunan 2024 menyebut bahwa seluruh toko Bata kini mengadopsi konsep modern-minimalis Red 2.0.Namun, bagi Panos, esensi modernisasi toko bukan sekadar tampil fashionable.“Bagi saya yang penting adalah membuat belanja lebih mudah dengan cara yang sangat sederhana,” ungkapnya. Ia membayangkan toko Bata sebagai ruang yang tidak berantakan, produk yang terkurasi jelas, dapat memandu konsumen tanpa membuat mereka bingung, serta menampilkan fokus utama pada produk.“Kami akan menaruh usaha lebih besar pada produk dan membimbing konsumen ke produk itu, product first,” katanya.Baca juga: Bukan Merek Lokal, Ini Sosok Pendiri Sepatu BataLaporan tahunan 2024 juga menunjukkan penguatan digital Bata secara signifikan, mulai dari integrasi pembayaran digital (Gopay, ShopeePay, OctoPay, Visa Contactless), kolaborasi dengan key opinion leader (KOL), serta penguatan Bata Club sebagai program loyalitas.Upaya itu sejalan dengan visi Panos untuk membawa Bata lebih dekat ke generasi muda Indonesia. Apalagi, generasi ini berbelanja secara omnichannel dan peka terhadap brand yang punya nilai jelas.Panos menilai, generasi muda juga punya kepekaan terkait asal-usul produk. Menurutnya, konsumen masa kini memperhatikan bagaimana sepatu dibuat, mulai dari aspek keberlanjutan (sustainability), lokasi pembuatan produk, hingga siapa yang mengerjakannya.Bata Indonesia sendiri telah melakukan sejumlah langkah keberlanjutan nyata, seperti optimalisasi konsumsi energi, efisiensi rantai pasok, penggunaan teknologi hemat energi, dan tata kelola material yang lebih baik.“Sustainability bukan sesuatu yang kamu pasarkan. Sustainability adalah sesuatu yang kamu jalani dan kamu wujudkan setiap hari,” tegasnya.Upaya modernisasi Bata, mulai dari kurasi produk, perbaikan toko, hingga penguatan kanal digital, pada akhirnya kembali pada satu tujuan, yakni menjawab kebutuhan konsumen Indonesia hari ini. Setelah melewati masa restrukturisasi, Bata ingin memastikan bahwa setiap langkah transformasi benar-benar berangkat dari pemahaman terhadap perilaku dan ekspektasi masyarakat Indonesia yang terus berkembang.Di sinilah Panos melihat kekuatan besar yang dimiliki Bata selama puluhan tahun di Indonesia, yaitu hubungan emosional yang terbangun secara alami dengan konsumennya.Baca juga: Sepatu Bata, Sering Dikira Produk Lokal Ternyata Berasal dari Ceko“Konsumen Indonesia sangat loyal. Jauh lebih loyal jika dibandingkan banyak konsumen lain di dunia,” kata Panos.Namun, ia mengingatkan bahwa loyalitas bukan sesuatu yang bisa dianggap pasti. “Kami harus relevan untuk konsumen hari ini, lebih terhubung dengan audiens muda, dan membawa mereka kembali masuk ke Bata,” tuturnya. Upaya untuk kembali relevan di mata konsumen tidak bisa berdiri sendiri. Menurut Panos, transformasi Bata hanya bisa berjalan jika dukungan internal juga kuat dan keyakinan dari orang-orang yang bekerja di baliknya.“Setelah Covid, keyakinan itu selalu turun. Padahal, kepercayaan internal itu sangat penting,” katanya.Maka dari itu, Panos ingin seluruh tim melihat arah baru Bata sebagai momentum untuk bangkit bersama.“Kami akan membutuhkan lebih banyak karyawan untuk berkembang dan menjadi lebih kuat di Indonesia,” katanya.Dengan fondasi internal yang diperkuat dan strategi baru yang mulai berjalan, Panos memandang masa depan Bata di Indonesia dengan keyakinan yang besar. Baginya, transformasi yang sedang dilakukan tidak hanya soal restrukturisasi, modernisasi produk, atau pembaruan toko, tetapi juga membangun hubungan yang lebih bermakna dengan konsumen.“Saya berharap ketika datang lagi ke sini, saya bisa merasa bangga terhadap Bata. Bangga melihat Bata tersedia untuk konsumen yang lebih luas, melihat pelanggan datang ke Bata dan bisa merasakan mereka menyukainya,” harapnya.Baca juga: Sejarah Sepatu Bata, Merek Eropa yang Sering Dikira dari IndonesiaIa juga menginginkan pertumbuhan yang tidak hanya tecermin dalam penjualan atau jumlah toko, tetapi juga dalam cara masyarakat Indonesia memaknai kehadiran Bata setelah lebih dari 90 tahun berada di tengah mereka.“Saya ingin Bata berarti sesuatu bagi Indonesia serta berkata, ‘Saya tumbuh bersama Bata. Bata adalah perusahaan lokal sekaligus global dan Bata mengerti saya’,” katanya. Panos melihat Indonesia bukan sekadar pasar besar, melainkan rumah penting bagi perjalanan panjang Bata. Dengan arah baru, strategi yang lebih fokus, dan loyalitas konsumen yang kuat, ia yakin Bata akan kembali menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia untuk waktu yang lama.

| 2026-01-17 05:11