Soal Status Bencana Nasional, Bobby: Helikopter-Jembatan dari Mana? Pusat, Bantuan Sudah Luar Biasa

2026-01-12 06:42:14
Soal Status Bencana Nasional, Bobby: Helikopter-Jembatan dari Mana? Pusat, Bantuan Sudah Luar Biasa
MEDAN, - Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menanggapi desakan agar Presiden Prabowo Subianto menetapkan status bencana nasional.Bobby menjelaskan, sejak awal pemerintah pusat sudah memberikan bantuan yang sangat besar.Misalnya saja dengan adanya bantuan helikopter."Apakah helikopter kita di Sumut ini ada? Tidak ada. Kami bisa datang ke sana, kami bisa buka akses karena ada bantuan helikopter dari TNI AU," kata Bobby saat diwawancarai di Jalan Imam Bonjol, Kota Medan, pada Senin ."Itu dari mana? Dari pusat. Habis itu jembatan bailey yang hari ini dibuat, di sini ada, tetapi stoknya sedikit. Itu dibantu dari pemerintah pusat," tambahnya.Baca juga: Dampingi Prabowo ke Lokasi Banjir Langkat, Bobby: Warga Keluhkan Air Bersih dan Tanggul JebolMenurut Bobby, bantuan dari pemerintah pusat sudah sangat membantu juga dalam hal logistik hingga BBM.Bobby pun menyinggung perihal pembangunan jembatan di lokasi bencana."Kami bangun jembatan contoh di Taput. Kami sudah bangun jembatan sebenarnya. Memang kalau pakai bencana nasional jembatannya bisa jadi jembatan permanen? Tidak juga, sama pakai jembatan bailey juga," ungkap Bobby."Kemarin tahu juga, tiba-tiba hujan naik lagi, hilang lagi (jembatan bailey). Kalau jadi bencana nasional, waktu kerjanya jadi singkat. Sama personelnya mungkin lebih banyak. Tapi kan teknologinya yang digunakan, ya itu jembatan bailey. Jadi kalau hujan lagi, bisa kita lihat realita di lapangannya, hilang lagi jembatannya," tuturnya.Baca juga: Soal Anggaran Pemulihan Bencana, Bobby Nasution: Akan Ada Perubahan di RAPBD 2026 SumutBobby menjelaskan, sejauh ini pemerintah pusat juga telah memberikan bantuan alat berat tambahan untuk membuka jalur daerah yang terisolasi di Tapanuli Tengah."Kalau secara bantuannya sudah sama seperti bencana nasional. Tapi, statusnya masih di tingkat provinsi. Saya rasa bantuannya sudah sangat luar biasa," tuturnya.Perlu diketahui, Koalisi Masyarakat Sipil mendesak Presiden Prabowo Subianto agar segera menetapkan status banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagai bencana nasional.Sebanyak 113 organisasi dan lembaga masyarakat sipil yang bergerak di bidang advokasi hukum, riset, dan sektor lingkungan hidup melayangkan somasi kepada Presiden Prabowo."Kami menyampaikan keprihatinan mendalam atas bencana ekologis, banjir, dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat," tulis pernyataan Koalisi Masyarakat Sipil, dikutip dari laman resmi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia, Rabu .Hingga saat ini, pemerintah masih menyatakan bencana di tiga provinsi tersebut sebagai bencana daerah.Padahal, banjir bandang menyebabkan korban meninggal, luka-luka, dan masih dalam pencarian, merusak infrastruktur, kerugian sosial ekonomi, serta rusaknya lingkungan."Kami juga meminta Pemerintah Republik Indonesia untuk menangani bencana ini dengan cepat dan terukur, agar para korban segera mendapatkan haknya," jelas Koalisi Masyarakat Sipil.


(prf/ega)