PLN Catat Penjualan Listrik 155,62 TWh hingga Juni 2025

2026-01-12 19:32:40
PLN Catat Penjualan Listrik 155,62 TWh hingga Juni 2025
JAKARTA, - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN mencatatkan penjualan listrik sebesar 155,62 terawatt hour (TWh) hingga Juni 2025 atau sepanjang semester I-2025.Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan penjualan tersebut tumbuh 6,51 TWh atau 4,36 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya (year on year)."Penjualan konsolidasi sampai dengan Juni 2025 sebesar 155,62 TWh," ujarnya dalam rapat dengan pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Jakarta, Kamis .Baca juga: PLN Beri Diskon Tambah Daya Listrik 50 Persen, Berlaku hingga 23 November 2025Ia menuturkan, realisasi penjualan tersebut sekaligus sudah mencapai 97,91 persen dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).Menurut Darmawan, kinerja penjualan yang positif itu didukung berbagai upaya perseroan dalam mendorong program intensifikasi dan ekstensifikasi."Seperti percepatan penyambungan pelanggan konsumen tegangan tinggi, serta peningkatan penggunaan listrik melalui berbagai produk tematik dan juga inovatif," ucap dia.Dalam upaya meningkatkan kinerja, PLN melakukan perbaikan pada layanan digital melalui super app PLN Mobile. Dengan aplikasi ini, maka pelanggan bisa lebih mudah bertransaksi maupun melakukan pengaduan terhadap permasalahan listrik.Aplikasi tersebut memungkinkan pelanggan terhubung langsung dengan petugas PLN untuk pelaporan dan penanganan gangguan.Sebab, terhubung dengan Virtual Command Center (VCC) dan Pelayanan Teknik (Yantek) Mobile, sehingga penanganan gangguan dapat dilakukan lebih cepat dan efisien oleh PLN."Maka pelayanan yang tadinya terpecah-pecah, yang lambat menjadi terkonsolidasi dan lebih responsif serta jauh lebih cepat, sehingga kepuasaan pelanggan meningkat drastis," ucapnya.Baca juga: Tarif Pemasangan Listrik Baru PLN 2025: Rincian Biaya dan Cara Ceknya di PLN MobileSelain itu, PLN juga melakukan pendekatan dengan turun langsung mendatangi para pelanggan, baik tingkat industri maupun rumah tangga, untuk mengetahui kebutuhan mereka dan memberikan dukungan agar usaha pelanggan dapat berkembang sehingga berdampak pada peningkatan konsumsi listrik."Jadi kami approach-nya bergeser, yang tadinya hanya technocratic, menjadi menjadi technocratic compassionate. Saat ini kami langsung mendatangi pelanggan satu persatu, bahkan rumah tangga, dan apa yang bisa kami bantu," ucap Darmawan.


(prf/ega)