Mengapa Perempuan Perlu Mencatat Siklus Menstruasi? Ini Kata Dokter

2026-02-04 20:26:33
Mengapa Perempuan Perlu Mencatat Siklus Menstruasi? Ini Kata Dokter
JAKARTA, – Masih banyak perempuan yang belum terbiasa mencatat siklus menstruasinya secara rutin. Padahal, pencatatan siklus menstruasi dapat membantu perempuan mengenali kondisi tubuhnya sendiri sekaligus mempermudah dokter dalam melakukan penilaian medis.Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Agatha Pradana, Sp.OG, M.Si menekankan, setiap perempuan bisa memiliki pola dan siklus menstruasi yang berbeda, meskipun berada dalam kondisi sehat. Baca juga: 5 Cara Mengelola Stres agar Siklus Menstruasi Teratur Menurut PakarPerbedaan tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor dalam kehidupan sehari-hari.“Pola dan siklus menstruasi setiap perempuan bisa saja berbeda meskipun dalam kondisi yang sehat. Hal ini bisa dipengaruhi stres, pola makan, dan lainnya,” jelas dr. Agatha dalam acara Comprehensive Obgyn Service at Brawijaya Hospital Antasari, di Jakarta Selatan, Sabtu .Menurut dr. Agatha, banyak perempuan datang berkonsultasi dengan dokter tanpa membawa catatan yang jelas terkait siklus menstruasinya. Hal ini membuat proses evaluasi menjadi lebih sulit, terutama jika pasien mengalami keluhan tertentu.Ia pun menganjurkan perempuan untuk mulai memanfaatkan aplikasi pencatat menstruasi yang kini sudah banyak tersedia.“Saya selalu sarankan perempuan untuk mulai pakai aplikasi yang bisa track menstruasi. Tujuannya agar mereka bisa melihat frekuensi dan punya catatan yang pasti jika sewaktu-waktu dibutuhkan dokter,” ujarnya.Dengan adanya catatan yang tersimpan rapi, dokter akan lebih mudah memahami pola menstruasi pasien dan melakukan penilaian jika terjadi perubahan atau keluhan tertentu.Ia menjelaskan, data yang tercatat di aplikasi menstruasi dapat menjadi informasi penting bagi tenaga medis. Pencatatan yang konsisten mempermudah dokter dalam mendiagnosis kondisi pasien apabila terjadi gangguan kesehatan reproduksi.Baca juga: Benarkah Stres Bikin Menstruasi Terlambat? Ini Penjelasan AhliCatatan tersebut membantu dokter melihat apakah siklus menstruasi pasien masih berada dalam batas normal atau menunjukkan pola yang perlu diwaspadai. Tanpa data yang jelas, dokter sering kali hanya mengandalkan ingatan pasien, yang tidak selalu akurat.Fakta di lapangan menunjukkan bahwa hingga kini masih banyak perempuan yang belum menggunakan aplikasi untuk mencatat siklus menstruasi secara rutin. Padahal, pencatatan digital dinilai lebih praktis dibandingkan metode manual.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-02-04 18:44