2 Pelari Meninggal Saat Trail Run di Lereng Gunung Lawu, Rute Akan Dievaluasi

2026-02-02 01:13:33
2 Pelari Meninggal Saat Trail Run di Lereng Gunung Lawu, Rute Akan Dievaluasi
Dua pelari meninggal dunia saat race trail run Siksorogo Lawu Ultra 2025. Panitia akan mengevaluasi rute hingga penambahan tim medis."Evaluasi jelas untuk rutenya akan kita evaluasi lagi yang pertama, terus kemudian untuk tenaga medisnya mungkin akan kita tambah," kata Direktur Acara Siksorogo, Rachmat Septiyanto, dilansir detikJateng, Senin (8/12/2025).Rachmat mengatakan tim evakuasi akan ditambah dan disebar ke titik-titik yang lebih banyak. Hal itu agar lebih bisa cepat tertangani bila ada kejadian serupa."Terus untuk, apa namanya, tim evakuasi harus kita sediakan di lebih banyak lagi titik-titiknya biar lebih cepat lagi kita bisa menanganinya," ungkapnya.Rachmat menyebutkan peserta lari Siksorogo tahun ini lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya. Di mana peserta yang ikut mencapai 5.700 orangnya dari dalam dan luar negeri."Karena memang tahun ini juga sebenarnya kebetulan pesertanya yang lebih banyak, makanya mungkin kita kurang personel," ungkapnya.Dia mengaku di Siksorogo Lawu Ultra 2025 ada rute yang berubah, yang lebih panjang dan lebih tinggi.Baca selengkapnya di sini.Lihat juga Video 'Heboh Rombongan Berpakaian Putih di Puncak Lawu, Ini Faktanya':[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-02-01 23:53