Siswi SMA di Tangerang Hilang Sepekan, Motornya Ditemukan di Stasiun

2026-01-17 06:10:42
Siswi SMA di Tangerang Hilang Sepekan, Motornya Ditemukan di Stasiun
Jakarta - Ayah MG (16), Yohannes menuturkan, bila sebelum menghilang, putrinya diduga mengendarai motor dari sekolahnya menuju Stasiun Tangerang pada Rabu, 5 November 2025."Biasanya antar jemput oleh mamahnya, tapi karena mamahnya bekerja, jadi baru beberapa hari membawa motor sendiri, karena G juga harus berangkat les sepulang sekolah," ungkap Yohannes, Rabu .Makanya, sebelum menghilang, diduga, G memarkirkan dan meninggalkan motornya di Stasiun Tangerang.Advertisement"Motornya ada di Stasiun Tangerang, kemungkinan naik KRL," kata Yohanes.Dirinya dan sang istri sudah bolak balik ke sekolah untuk meminta keterangan guru, kawan dan petugas keamanan, yang berinteraksi atau melihat G terakhir kali sebelum menghilang. Dengan berharap, bisa menemukan keberadan anak gadisnya itu secepatnya.Kini, Yohanes mengaku, pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya penyelidikan kepada Polres Metro Tangerang. Berharap G ditemukan secepatnya, tanpa kurang apapun."Kami percayakan kepada polisi, bisa segera ditemukan. Saat ini istri saya dan petugas PPA (Polres Metro Tangerang) terus melakukan pencarian,"katanya.Sebab, sebelum meninggalkan rumah, G tidak ada masalah sama sekali. Setiap Sabtu ibadah, Minggu bersama keluarga, sebelum akhirnya beraktifitas sekolah seperti biasa. 


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-01-17 04:25