Natal Penuh Kebersamaan, Tokoh Lintas Agama Berkumpul di Gereja Surabaya

2026-01-12 09:18:43
Natal Penuh Kebersamaan, Tokoh Lintas Agama Berkumpul di Gereja Surabaya
SURABAYA, – Natal penuh kebersamaan terlihat di Gereja Katolik Paroki Santo Yakobus Citra Land, Surabaya, pada Kamis malam . Gereja yang genap berusia 18 tahun itu menghadirkan tokoh lintas agama.Perwakilan tokoh lintas agama yang hadir antara lain dari Pura Kertabumi, Vihara Kamajaya, Yayasan Pondok Pesantren Ahlishofa Walwafa, Paguyuban Pelestari Budaya Galuh Jinawi, serta Penghayat Kepercayaan Lakarsantri.Rangkaian acara diawali dengan sambutan dari seluruh perwakilan lintas agama, dilanjutkan pemotongan tumpeng oleh Kepala Paroki Gereja Katolik Paroki Santo Yakobus CitraLand, Romo Yosef Eko Budi Susilo.Baca juga: Natal 2025, Uskup Agung Semarang Ingatkan Bencana Sumatera Butuh Aksi Nyata agar Tak Terjadi LagiAcara kemudian dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni dan budaya, mulai dari nyanyian pujian, tari Remo, musik medley shalawat multidimensi, hingga hadrah ishari.Ketua Bidang Kerasulan Umum Gereja Katolik Paroki Santo Yakobus, Petrus Haris Setyonegoro menjelaskan bahwa kegiatan lintas agama ini dilatarbelakangi oleh panggilan gereja untuk membuka diri kepada sesama.“Latar belakangnya bahwa memang gereja itu harus membuka diri. Jadi sesuai dengan ajaran sosial gereja yang dikeluarkan melalui surat-surat ensiklik Bapak Paus. Gereja harus membuka pintu lebar-lebar untuk sesama dan masyarakat,” ujar Petrus saat ditemui Kompas.com.Baca juga: Misa Natal 2025 di Gereja Katedral Jakarta Selesai, Jemaat Keluar dengan TertibMenurutnya, ajaran persaudaraan sejati atau fraternity menjadi fondasi utama dalam kegiatan ini, di mana setiap manusia harus dicintai dan dihormati tanpa memandang perbedaan.Selain itu, kegiatan lintas agama juga menjadi bagian dari upaya memoderasi kehidupan beragama.“Ini juga sebagai kegiatan moderasi beragama, memberikan kesejukan kepada masyarakat dengan berkegiatan bersama antar-agama. Ini menjadi fondasi bangsa, memberikan rasa aman, nyaman, dan damai,” katanya.Petrus menegaskan, kegiatan lintas agama telah menjadi agenda rutin Paroki Santo Yakobus dan akan terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang.“Ini sudah menjadi kebiasaan kami. Kalau Lebaran kami ke masjid atau pondok pesantren, saat Maulid kami diundang. Begitu juga saat piodalan di pura, kami hadir. Jadi ini relasi yang sudah terbangun,” ujarnya.Ke depan, kolaborasi lintas agama tidak hanya diwujudkan dalam kegiatan perayaan, tetapi juga aksi sosial bersama, seperti penanaman pohon dan kegiatan kemanusiaan lainnya.Salah satu perwakilan umat Hindu dari Pura Kertabumi bernama Satimen, mengapresiasi kegiatan lintas agama yang digelar Gereja Katolik Santo Yakobus.“Bagus, saya sangat berterima kasih dengan adanya kegiatan ini. Bisa bersilaturahmi, bersikap ramah, dan bertemu dengan teman-teman dari agama lain,” ujarnya. Ia menilai kegiatan seperti ini berdampak positif bagi hubungan antarumat beragama.“Positif, supaya tali silaturahmi itu berkembang,” kata Satimen.Melalui kegiatan lintas agama ini, Gereja Katolik Paroki Santo Yakobus Citra Land berharap nilai toleransi, persaudaraan, dan saling menghormati antarumat beragama dapat terus tumbuh dan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Pendekatan “heritage meets modern” tersebut akan menjadi salah satu strategi utama Bata ke depan. Bata, kata Panos, ingin menghidupkan identitas lama yang disukai generasi sebelumnya, tetapi dihadirkan dengan desain yang sesuai selera generasi baru.Transformasi tidak hanya terjadi pada produk, tetapi juga pada retail experience. Laporan Tahunan 2024 menyebut bahwa seluruh toko Bata kini mengadopsi konsep modern-minimalis Red 2.0.Namun, bagi Panos, esensi modernisasi toko bukan sekadar tampil fashionable.“Bagi saya yang penting adalah membuat belanja lebih mudah dengan cara yang sangat sederhana,” ungkapnya. Ia membayangkan toko Bata sebagai ruang yang tidak berantakan, produk yang terkurasi jelas, dapat memandu konsumen tanpa membuat mereka bingung, serta menampilkan fokus utama pada produk.“Kami akan menaruh usaha lebih besar pada produk dan membimbing konsumen ke produk itu, product first,” katanya.Baca juga: Bukan Merek Lokal, Ini Sosok Pendiri Sepatu BataLaporan tahunan 2024 juga menunjukkan penguatan digital Bata secara signifikan, mulai dari integrasi pembayaran digital (Gopay, ShopeePay, OctoPay, Visa Contactless), kolaborasi dengan key opinion leader (KOL), serta penguatan Bata Club sebagai program loyalitas.Upaya itu sejalan dengan visi Panos untuk membawa Bata lebih dekat ke generasi muda Indonesia. Apalagi, generasi ini berbelanja secara omnichannel dan peka terhadap brand yang punya nilai jelas.Panos menilai, generasi muda juga punya kepekaan terkait asal-usul produk. Menurutnya, konsumen masa kini memperhatikan bagaimana sepatu dibuat, mulai dari aspek keberlanjutan (sustainability), lokasi pembuatan produk, hingga siapa yang mengerjakannya.Bata Indonesia sendiri telah melakukan sejumlah langkah keberlanjutan nyata, seperti optimalisasi konsumsi energi, efisiensi rantai pasok, penggunaan teknologi hemat energi, dan tata kelola material yang lebih baik.“Sustainability bukan sesuatu yang kamu pasarkan. Sustainability adalah sesuatu yang kamu jalani dan kamu wujudkan setiap hari,” tegasnya.Upaya modernisasi Bata, mulai dari kurasi produk, perbaikan toko, hingga penguatan kanal digital, pada akhirnya kembali pada satu tujuan, yakni menjawab kebutuhan konsumen Indonesia hari ini. Setelah melewati masa restrukturisasi, Bata ingin memastikan bahwa setiap langkah transformasi benar-benar berangkat dari pemahaman terhadap perilaku dan ekspektasi masyarakat Indonesia yang terus berkembang.Di sinilah Panos melihat kekuatan besar yang dimiliki Bata selama puluhan tahun di Indonesia, yaitu hubungan emosional yang terbangun secara alami dengan konsumennya.Baca juga: Sepatu Bata, Sering Dikira Produk Lokal Ternyata Berasal dari Ceko“Konsumen Indonesia sangat loyal. Jauh lebih loyal jika dibandingkan banyak konsumen lain di dunia,” kata Panos.Namun, ia mengingatkan bahwa loyalitas bukan sesuatu yang bisa dianggap pasti. “Kami harus relevan untuk konsumen hari ini, lebih terhubung dengan audiens muda, dan membawa mereka kembali masuk ke Bata,” tuturnya. Upaya untuk kembali relevan di mata konsumen tidak bisa berdiri sendiri. Menurut Panos, transformasi Bata hanya bisa berjalan jika dukungan internal juga kuat dan keyakinan dari orang-orang yang bekerja di baliknya.“Setelah Covid, keyakinan itu selalu turun. Padahal, kepercayaan internal itu sangat penting,” katanya.Maka dari itu, Panos ingin seluruh tim melihat arah baru Bata sebagai momentum untuk bangkit bersama.“Kami akan membutuhkan lebih banyak karyawan untuk berkembang dan menjadi lebih kuat di Indonesia,” katanya.Dengan fondasi internal yang diperkuat dan strategi baru yang mulai berjalan, Panos memandang masa depan Bata di Indonesia dengan keyakinan yang besar. Baginya, transformasi yang sedang dilakukan tidak hanya soal restrukturisasi, modernisasi produk, atau pembaruan toko, tetapi juga membangun hubungan yang lebih bermakna dengan konsumen.“Saya berharap ketika datang lagi ke sini, saya bisa merasa bangga terhadap Bata. Bangga melihat Bata tersedia untuk konsumen yang lebih luas, melihat pelanggan datang ke Bata dan bisa merasakan mereka menyukainya,” harapnya.Baca juga: Sejarah Sepatu Bata, Merek Eropa yang Sering Dikira dari IndonesiaIa juga menginginkan pertumbuhan yang tidak hanya tecermin dalam penjualan atau jumlah toko, tetapi juga dalam cara masyarakat Indonesia memaknai kehadiran Bata setelah lebih dari 90 tahun berada di tengah mereka.“Saya ingin Bata berarti sesuatu bagi Indonesia serta berkata, ‘Saya tumbuh bersama Bata. Bata adalah perusahaan lokal sekaligus global dan Bata mengerti saya’,” katanya. Panos melihat Indonesia bukan sekadar pasar besar, melainkan rumah penting bagi perjalanan panjang Bata. Dengan arah baru, strategi yang lebih fokus, dan loyalitas konsumen yang kuat, ia yakin Bata akan kembali menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia untuk waktu yang lama.

| 2026-01-12 09:27