Erupsi Gunung Semeru, Kementerian PU Normalisasi Alur Sungai

2026-01-12 03:54:44
Erupsi Gunung Semeru, Kementerian PU Normalisasi Alur Sungai
JAKARTA, - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas melakukan normalisasi alur sungai sebagai penanganan darurat untuk mengurangi risiko lanjutan pasca-erupsi Gunung Semeru.Ini khususnya potensi banjir lahar dan aliran material vulkanik yang dapat mengancam permukiman warga.Baca juga: Eksotisme Jembatan Gladak Perak, Sajikan Pemandangan Jalur Lahar Gunung SemeruMenteri PU Dody Hanggodo mengatakan, kesiapsiagaan infrastruktur dan sumber daya Kementerian PU menjadi bagian penting dalam mendukung penanganan bencana di berbagai daerah.“Kami memastikan dukungan peralatan dari balai-balai teknis bisa digerakkan kapan pun diperlukan, termasuk untuk membuka akses dan membantu proses evakuasi,” terang Dody dalam keterangannya, Senin .Untuk penanganan darurat di lapangan, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas telah menurunkan alat berupa 4 unit ekskavator, 2 unit wheel loader, dan 1 unit bulldozer.Penanganan darurat dilakukan dengan melakukan normalisasi alur sungai, baik di bagian hulu maupun hilir.Bagian hulu difokuskan untuk membuka jalur aliran baru guna mengurangi tekanan aliran material dari arah gunung dengan pembuatan sudetan alur sungai dengan spesifikasi lebar lebih kurang 10 meter dan tinggi tanggul 8 meter sepanjang 500 meter.Baca juga: Tol Paspro Hubungkan 3 Area Jatim, Permudah Akses ke Bromo Tengger Semeru"Hingga hari ini, sekitar 200 meter sodetan dari arah hulu telah berhasil dibuka," lanjut Kepala BBWS Brantas Muhammad Noor.Menurut Noor, di bagian hulu juga dilakukan peninggian tangkis sepanjang lebih kurang 100 meter telah selesai dilaksanakan untuk memperkuat perlindungan alur sungai.Langkah-langkah ini bertujuan mengarahkan aliran material vulkanik ke jalur yang lebih aman dan mengurangi potensi limpasan ke area rawan.Sedangkan untuk penanganan bagian hilir difokuskan kepada perlindungan permukiman penduduk dengan melakukan penutupan alur sungai di lokasi dekat permukiman warga.Baca juga: Tol Paspro Hubungkan 3 Area Jatim, Permudah Akses ke Bromo Tengger SemeruPenutupan alur sungai telah 100 persen  selesai, dengan pembangunan tanggul setinggi 4 meter sepanjang 500 meter."Pada bagian hilir juga dilakukan pekerjaan peninggian tanggul existing, pembangunan tanggul baru, serta pembukaan alur sungai terus dilakukan agar aliran tidak mengarah ke permukiman dan risiko banjir dapat ditekan," terangnya.Noor menambahkan, Kementerian PU memastikan seluruh kegiatan di lapangan terus dipantau dan dievaluasi agar penanganan darurat dapat berjalan cepat, efektif, dan adaptif terhadap perkembangan kondisi alam.“Kami memprioritaskan keselamatan masyarakat. Penanganan di hulu dan hilir dilakukan paralel agar aliran sungai terkendali dan tidak menimbulkan dampak lanjutan,” tutur dia.Sebagai bagian dari upaya percepatan penanganan darurat, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali menurunkan sebanyak 2 unit ekskavator untuk mendukung pekerjaan untuk pembersihan di sepanjang Jembatan Besuk Kobokan.Kementerian PU akan terus bekerja sama dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memastikan penanganan darurat pasca-erupsi berjalan optimal hingga masa pemulihan.


(prf/ega)