Presiden Nigeria Umumkan Darurat Nasional Usai Ratusan Warga Diculik

2026-01-12 11:47:12
Presiden Nigeria Umumkan Darurat Nasional Usai Ratusan Warga Diculik
ABUJA, – Presiden Nigeria Bola Tinubu mengumumkan status darurat keamanan nasional pada Rabu , menyusul serangkaian penculikan massal yang menimpa ratusan warga, termasuk anak-anak sekolah dan perempuan."Ini adalah keadaan darurat nasional, dan kami merespons dengan mengerahkan lebih banyak pasukan di lapangan, terutama di daerah-daerah yang keamanannya terancam," ujar Tinubu dalam pernyataan resminya.Dalam sepekan terakhir, Nigeria diguncang oleh aksi penculikan di berbagai wilayah. Lebih dari 20 siswi Muslim, 38 jamaah, 13 perempuan dan anak-anak, serta lebih dari 300 pelajar dan guru dari sebuah sekolah Katolik diculik oleh kelompok bersenjata.Baca juga: Truk Tangki Meledak di Nigeria, 29 Tewas, 42 Orang TerlukaSejumlah korban berhasil diselamatkan atau melarikan diri, namun hingga kini sebanyak 265 siswa dan guru dari sekolah Katolik di Negara Bagian Niger masih dinyatakan hilang.Presiden Tinubu menegaskan bahwa pemerintahannya akan memperkuat respons keamanan, termasuk dengan merekrut tambahan personel militer dalam mengatasi penculikan massal di Nigeria tersebut."Mengingat situasi keamanan yang berkembang, saya telah memutuskan untuk mengumumkan keadaan darurat keamanan nasional dan memerintahkan perekrutan tambahan ke dalam Angkatan Bersenjata," ujarnya, dikutip dari AFP.Ia juga memerintahkan agar 50.000 anggota kepolisian baru segera direkrut. Selain itu, para pengawal VIP dari kepolisian dialihkan ke tugas-tugas operasional inti demi memperkuat patroli keamanan.Menurut Badan Uni Eropa untuk Suaka (EUAA), sekitar 100.000 dari 371.000 personel keamanan Nigeria sebelumnya ditugaskan untuk melindungi politisi dan tokoh penting.Baca juga: 14 Tewas dalam Penembakan di Nigeria Saat Warga Pulang dari PasarNigeria selama bertahun-tahun menghadapi berbagai tantangan keamanan, mulai dari pemberontakan kelompok jihadis di timur laut, hingga meningkatnya aksi penculikan untuk tebusan yang dilakukan geng-geng bersenjata di wilayah barat laut dan tengah.Geng-geng ini kerap beroperasi dari hutan-hutan luas yang membentang di negara bagian seperti Zamfara, Katsina, Kaduna, Sokoto, Kebbi, dan Niger. Minimnya kehadiran negara di daerah-daerah tersebut membuat serangan semakin masif.Presiden Tinubu mengungkapkan, pihaknya telah memberi mandat kepada dinas intelijen dan penjaga hutan untuk segera melakukan operasi pembersihan di wilayah-wilayah rawan. "Masa ini menuntut semua pihak untuk turun tangan," ujarnya.Ia juga meminta tempat ibadah seperti masjid dan gereja meningkatkan pengamanan saat kegiatan berlangsung, terutama di wilayah yang dianggap rentan.Data dari SBM Intelligence, lembaga analisis keamanan berbasis di Lagos, menunjukkan bahwa antara Juli 2024 hingga Juni 2025 telah terjadi 997 insiden penculikan dengan total korban mencapai 4.722 orang. Dalam periode yang sama, sedikitnya 762 orang dilaporkan tewas.Para penculik dikabarkan menuntut total tebusan hingga 48 miliar naira (sekitar Rp 551 miliar), namun hanya sekitar 2,57 miliar naira (Rp 27,6 miliar) yang berhasil dikumpulkan.“Selama periode tersebut, krisis penculikan untuk tebusan di Nigeria terkonsolidasi menjadi industri yang terstruktur dan mencari keuntungan,” tulis laporan SBM Intelligence.Penculikan massal di Nigeria bukan hal baru. Insiden serupa yang mengguncang dunia terjadi pada 2014, saat kelompok Boko Haram menculik 276 siswi di Chibok, timur laut Nigeria.Baca juga: Wanita di Inggris Selundupkan Bayi dari Nigeria, Ini ModusnyaGelombang penculikan terbaru ini juga terjadi di tengah tekanan internasional, termasuk dari Presiden AS Donald Trump yang beberapa minggu lalu mengancam Nigeria dengan intervensi militer atas dugaan pembunuhan massal oleh kelompok radikal.Presiden Tinubu berjanji pemerintah akan terus mengejar para pelaku dan menyelamatkan semua korban yang masih ditawan.


(prf/ega)