Kronologi Lansia di Jombang Dibunuh Keponakannya, Berawal dari Bisnis Simpan Pinjam

2026-02-02 18:48:27
Kronologi Lansia di Jombang Dibunuh Keponakannya, Berawal dari Bisnis Simpan Pinjam
JOMBANG, - Kepolisian Resor (Polres) Jombang, Jawa Timur mengungkap kronologi pembunuhan terhadap Muthmainnah, lansia asal Dusun Medeleg, Desa Tampingmojo, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.Perempuan berusia 74 tahun tersebut dilaporkan hilang pada Senin pagi.Namun, pada Senin malam, ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Hutan Ngimbang, Kabupaten Lamongan.Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan mengungkapkan, Muthmainnah merupakan korban pembunuhan yang dilakukan oleh Suwarno (45), warga Desa Sumberejo, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang.Baca juga: Lansia di Jombang Dibunuh, Terduga Pelaku Bawa Mobil Korban Kemudian DitinggalkanAntara korban dan pelaku, kata dia, masih memiliki hubungan keluarga.Keduanya juga terlibat sebagai penyedia dana dan pengelola bisnis simpan pinjam.“Korban dibunuh pada Minggu malam, TKP pembunuhan di rumah korban,” kata Ardi, di Mapolres Jombang, Rabu .Ardi menuturkan, pelaku menghabisi nyawa korban pada Minggu malam, sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu, Suwarno sedang berkunjung ke rumah korban.Pelaku, kata dia, sangat sering berkunjung ke rumah korban karena keduanya terikat dalam kerja sama bisnis simpan pinjam.Pada kunjungan-kunjungan sebelumnya, korban sering memarahi Suwarno karena jumlah penerimaan tagihan dari para peminjam terus menurun.Baca juga: Lansia di Jombang Dibunuh, Terduga Pelaku Bawa Mobil Korban Kemudian DitinggalkanPada Minggu malam, pelaku kembali datang ke rumah korban. Namun, kedatangan pelaku diabaikan oleh korban.“Pelaku sudah lama datang ke rumah korban, tapi tidak dihiraukan. Pelaku yang sakit hati karena diabaikan, akhirnya masuk ke kamar korban dan melakukan pembunuhan,” ujar Ardi.Menurut Ardi, korban dibunuh oleh pelaku dengan dibekap bantal, lalu diseret dari ranjang hingga terjatuh.Saat jatuh dari ranjang, kepala korban terbentur lantai. Benturan itulah yang kemudian mengakibatkan korban meninggal.Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Margono Suhendra mengatakan, setelah melakukan pembunuhan, pelaku meninggalkan rumah korban.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-02-02 17:26