Stok BBM Menipis di Aceh, Ini Penjelasan Pertamina

2026-01-12 04:27:06
Stok BBM Menipis di Aceh, Ini Penjelasan Pertamina
BANDA ACEH, - Proses distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke sejumlah daerah terdampak banjir di Aceh terkendala akses jalan terputus akibat dampak banjir dan longsor. Jembatan putus di jalur utama seperti Bireuen–Takengon, Pidie Jaya, Aceh Tengah, Aceh Tamiang, hingga Gayo Lues.Hal ini membuat pergerakan mobil tangki terhambat, bahkan pada beberapa titik tidak dapat melintas.Baca juga: Aceh Dapat Keringanan BBM Bersubsidi Selama Tanggap Darurat, Pembelian Tanpa Barcode Dibuka"Kondisi ini berdampak pada keterlambatan suplai ke sejumlah SPBU dan SPBE," kata Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga, Fahrougi Andriani Sumampouw, saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa .Fahrougi menyebutkan, dari sisi operasional lembaga penyalur, wilayah Aceh memiliki 156 SPBU dan sebanyak 26 SPBU terdampak akibat akses jalan yang belum sepenuhnya pulih.Untuk LPG, terdapat 133 agen di Aceh dan 94 agen yang terkena dampak, serta 11 SPBE dengan 9 SPBE yang mengalami kendala operasional.Baca juga: Muhammadiyah Kirim Relawan ke Sumut, Aceh, dan Sumbar, Beri Layanan Kesehatan hingga Pendidikan Darurat"Situasi terdampak ini paling banyak terjadi di jalur distribusi yang berada pada koridor banjir dan longsor," ujarnya.Kondisi serupa dalam level lebih ringan juga terjadi di wilayah lain di Sumbagut, yaitu Sumatera Utara dengan 406 SPBU (23 terdampak) dan 383 agen LPG (15 terdampak), serta Sumatera Barat yang memiliki 147 SPBU (11 terdampak) dan 172 agen LPG (23 terdampak)."Data ini menggambarkan bagaimana cuaca ekstrem mempengaruhi operasional distribusi energi di tiga provinsi tersebut, terutama Aceh," ucapnya. Baca juga: Bantuan Mulai Berdatangan untuk Aceh Tamiang, Distribusi Melalui Jalur SungaiKarena itu, situasi akses yang belum pulih sepenuhnya menyebabkan sejumlah SPBU sempat kosong secara sementara.Terutama di wilayah yang terisolasi dan berada pada rute belum aman dilalui kendaraan berat."Kekosongan tersebut tidak terkait dengan ketersediaan stok di terminal, melainkan semata-mata karena mobil tangki tidak dapat mencapai lokasi," ungkapnya. Kendati demikian, Fahrougi memastikan begitu akses sudah aman atau rute alternatif, maka suplai langsung diprioritaskan dan kini telah berlangsung kembali secara bertahap.Selain BBM, penyaluran LPG juga terdampak oleh kendala akses menuju beberapa SPBE dan agen di Aceh. Meskipun stok LPG di terminal terpantau aman, hambatan jalur distribusi membuat suplai tidak dapat dilakukan dengan ritme normal.


(prf/ega)