- Desa Sekumur, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, menjadi salah satu daerah paling parah terdampak banjir bandang pada akhir November 2025.Ratusan rumah warga hilang tersapu arus setinggi sekitar 7 meter, meninggalkan reruntuhan kayu dan balok besar.Warga yang selamat kini menghadapi kesulitan besar karena akses terbatas dan bantuan logistik yang minim.Salah satu warga memberikan kesaksiannya atas kondisi Desa Sekumur yang nyaris hilang disapu bencana.Muhammad Hendra Vramenia, warga Kampung Bundar, menceritakan kehancuran yang menimpa Desa Sekumur.Baca juga: Bau Menyengat Tercium, Warga: Masih Banyak Mayat Korban Banjir Belum Ditemukan di Aceh Tamiang“Desanya itu sudah tidak ada lagi, sudah rata dengan tanah akibat disapu banjir. Hanya tinggal bangunan masjid,” kata Hendra pada Kompas.com, Sabtu .Sekitar 280 rumah di Desa Sekumur yang menjadi tempat bernaung 1.234 jiwa penduduknya kini hilang terbawa arus.Hanya tersisa reruntuhan kayu dan balok besar menutupi sebagian besar lahan, membuat desa tampak kosong dan hancur.Baca juga: 4 Kecamatan di Aceh Tamiang Minim Bantuan, Paling Dibutuhkan Kelambu dan Bahan PanganHendra menyebut kondisi Desa Sekumur dan desa-desa lain di Aceh Tamiang sangat memprihatinkan.“Ini masih terisolir, kalau ada bantuan-bantuan tolonglah terobos ke daerah belum tersentuh. Karena 12 kecamatan di Aceh Tamiang itu semuanya terdampak. Makanya saya bilang ini seperti tsunami,” ujarnya.Belum meratanya bantuan di wilayah ini membuat warga mulai resah karena kekurangan logistik dan takut kelaparan.Hendra berharap pemerintah pusat menetapkan musibah ini sebagai bencana nasional.“Ini harus di-recovery seperti pemerintah me-recovery tsunami di Banda Aceh. Kalau tidak bahaya, hari ini Aceh Tamiang itu sudah seperti kota kotoran. Kotoran sudah dimana-mana,” ucap dia.Selain kebutuhan sandang dan pangan, warga Desa Sekumur memerlukan tenda atau hunian sementara.“Kondisi kota Aceh Tamiang saat ini sangat luar biasa mencekam. Kalau malam hari seperti kota zombie karena mati lampu, bau tidak sedap, dan masih ada mayat belum terevakuasi. Baik di kota maupun kampung-kampung,” kata Hendra.
(prf/ega)
Kisah Desa di Aceh Tamiang yang Nyaris Hilang dan Rata dengan Tanah, Hanya Sisakan Masjid
2026-01-11 03:46:33
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 03:43
| 2026-01-11 03:00
| 2026-01-11 02:32
| 2026-01-11 02:28
| 2026-01-11 01:36










































