Sebelum Ditemukan Tewas, Guru Asal Jaksel Terlihat Dibonceng dengan Tangan Terikat

2026-02-02 12:53:46
Sebelum Ditemukan Tewas, Guru Asal Jaksel Terlihat Dibonceng dengan Tangan Terikat
BOGOR, - Polisi mengungkap fakta baru terkait tewasnya seorang guru perempuan yang ditemukan di pinggir Jalan Raya Tlajung Udik, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.Kapolsek Gunung Putri Kompol Aulia Robby Kartika Putra mengatakan, seorang saksi melihat korban dibonceng sepeda motor dalam kondisi tidak wajar sebelum ditemukan meninggal."Saksi melihat korban berboncengan di motor Honda Vario hitam, dengan kondisi tangan penumpang perempuan terikat tali dan kaki terseret di aspal," kata Robby kepada Kompas.com, Minggu .Baca juga: Wanita Ditemukan Tewas di Gunung Putri Bogor, Diduga Seorang GuruSaksi sempat menegur pengendara motor karena melihat kondisi korban yang mencurigakan.Namun, pengendara tersebut tetap melaju dan mengabaikan teguran.Pengendara motor bahkan sempat berhenti di sebuah warung untuk membetulkan posisi korban sebelum kembali melanjutkan perjalanan.Baca juga: Identitas Wanita Tewas di Gunung Putri Bogor Terungkap, Warga JakselBeberapa waktu setelah peristiwa itu, korban ditemukan meninggal dunia di pinggir jalan oleh warga sekitar.Saat ini keterangan saksi tersebut menjadi salah satu dasar penyelidikan polisi.Hasil penyelidikan sementara, kepolisian menduga perempuan tersebut merupakan korban pembunuhan. "Kalau dugaan, iya (pembunuhan)," pungkasnya.Baca juga: Viral Video Ancaman Pembunuhan di Tamansari Bogor, Polisi: Tak Ada Unsur Pidana, Sang Pria Punya Gangguan Mental Diberitakan sebelumnya, Seorang perempuan yang ditemukan tewas di pinggir Jalan Raya Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Sabtu sore, ternyata seorang guru.Polisi menyebut bahwa korban merupakan seorang guru dan saat ini penyebab kematiannya masih didalami.Kapolsek Gunung Putri Kompol Aulia Robby Kartika Putra mengatakan, identitas korban berinisial A (41), warga Mampang Prapatan, Jakarta Selatan."(Korban seorang guru?) infonya begitu, tapi di KTP IRT," ucap Robby saat dikonfirmasi Kompas.com, Minggu .


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-02-02 13:02