4 Kesalahan Keuangan yang Diam-diam Bisa Bikin Bangkrut

2026-01-14 01:37:58
4 Kesalahan Keuangan yang Diam-diam Bisa Bikin Bangkrut
 - Gaya hidup kelas menengah sering kali dianggap ideal karena memberi rasa aman dan stabil secara finansial. Dengan penghasilan tetap, seseorang bisa menabung, membayar tagihan, bahkan merencanakan masa depan tanpa rasa cemas yang berlebihan.Namun, kestabilan ini tidak selalu bertahan lama jika tidak disertai kebiasaan keuangan yang bijak. Banyak orang kehilangan fondasi finansial yang telah dibangun susah payah bukan karena krisis besar, melainkan akibat kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus.Tanpa disadari, kebiasaan ini bisa mengikis kemampuan menabung, memperbesar utang, dan membuat keuangan menjadi rapuh.Baca juga: 5 Kesalahan Keuangan yang Baru Disadari saat Sudah TerlambatDilansir dari New Trade U, Rabu , berikut empat kesalahan keuangan yang jika dibiarkan bisa diam-diam bisa membuat seseorang bangkrut.Kenaikan gaji sering diikuti dengan peningkatan gaya hidup. Begitu mendapat bonus, langsung membeli mobil baru, pindah ke apartemen lebih mewah, atau liburan ke luar negeri.Kebiasaan ini disebut lifestyle creep atau peningkatan pengeluaran seiring kenaikan pendapatan. Rasanya wajar: sudah bekerja keras, tentu ingin menikmati hasilnya. Namun, ketika pengeluaran naik seiring pendapatan, tabungan tak kunjung bertambah.Tanpa disadari, penghasilan habis setiap bulan tanpa sisa untuk dana darurat, tabungan pensiun, atau investasi. Gaya hidup terus naik, tapi stabilitas finansial justru menurun.Mengganti ponsel setiap tahun, membeli perabot dengan cicilan, atau liburan dengan kartu kredit bukan sekadar keputusan sesaat, tetapi kebiasaan yang menempatkan kepuasan hari ini di atas keamanan finansial masa depan.Baca juga: Catat, 3 Kesalahan Keuangan yang Wajib Dihindari Gen Z Menurut PakarKartu kredit seharusnya menjadi alat bantu, bukan sumber dana tambahan. Namun, banyak orang tergoda menggunakan kartu kredit untuk menutupi kekurangan uang tunai.Ketika tagihan datang, pembayaran minimum terasa ringan. Padahal, sebagian besar uang hanya menutup bunga, bukan pokok utang. Pembelian kecil yang terlihat sepele bisa berubah menjadi beban bertahun-tahun karena bunga terus menumpuk.Banyak orang berasumsi akan melunasi tagihan setelah gajian atau ketika kondisi membaik. Sayangnya, pengeluaran tak pernah berhenti, dan waktu “yang tepat” jarang datang.Masalah sebenarnya bukan satu transaksi besar, melainkan kebiasaan berulang yang mengubah kartu kredit menjadi perangkap utang.Setiap gesekan kartu kredit sama artinya dengan mengeluarkan uang sungguhan, dengan tambahan bunga yang bisa menghancurkan keuangan jika tak segera dilunasi.Baca juga: 3 Kesalahan Keuangan yang Harus Dihindari Gen Z Menurut Perencana KeuanganKurangnya literasi keuangan bisa berdampak besar. Tanpa memahami cara kerja bunga majemuk, pajak, anggaran, atau investasi, seseorang ibarat mengemudi tanpa arah.Banyak orang enggan belajar soal keuangan karena menganggapnya rumit dan membosankan. Mereka tidak mencatat pengeluaran, tidak menghitung kekayaan bersih, dan tidak memahami dasar-dasar investasi.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Dampak kecelakaan tersebut dinilai sangat fatal. Sebanyak 16 penumpang dinyatakan meninggal dunia. Rinciannya, 15 korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Selain korban meninggal, sebanyak 17 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sembilan korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Fakta lain yang terungkap dalam penyelidikan awal adalah latar belakang pengemudi bus. Sopir PO Cahaya Trans tersebut diketahui masih tergolong baru mengemudikan rute Bogor–Yogyakarta.Pengemudi baru dua kali melakukan perjalanan pulang-pergi pada rute tersebut dan kini telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam peristiwa kecelakaan maut di Tol Kota Semarang ini, pengemudi dilaporkan hanya mengalami luka ringan.Baca juga: Kecelakaan Bus di Tol Krapyak Semarang, Polisi Dalami Dugaan Sopir Minim Jam TerbangDok. SAR Semarang Kecelakaan maut terjadi di ruas simpang susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang, Jawa Tengah terjadi pada Senin pukul 00.30 WIB dini hari. Salah satu korban selamat adalah kernet bus, Robi Sugianto (51), warga Bumiayu, Kabupaten Brebes.Robi mengalami patah tulang pada kaki kanan serta luka di bagian kepala. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kernet berada di bagian depan bus dan menyadari kendaraan tiba-tiba miring ke kanan sebelum akhirnya terguling dan menghantam pembatas jalan tol.Polda Jawa Tengah memastikan seluruh korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans mendapatkan penanganan medis secara maksimal dan profesional.Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan tunggal di Simpang Susun Krapyak tersebut masih dalam proses penyelidikan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemeriksaan kondisi kendaraan, kontur dan kondisi jalan, hingga faktor pengemudi.Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Penampakan Bus Maut Kecelakaan di Tol Krapyak Semarang Akibatkan 16 Orang Meninggal

| 2026-01-14 00:27