Menembus Banjir, Relawan Universitas Sunan Gresik dan Barakarsa Bawa Bantuan dan Harapan ke Aceh Tamiang

2026-01-13 07:02:05
Menembus Banjir, Relawan Universitas Sunan Gresik dan Barakarsa Bawa Bantuan dan Harapan ke Aceh Tamiang
SURABAYA,  - Perjalanan panjang itu dimulai dari Surabaya. Mobil yang ditumpangi Muh. Arfah (26), bersama tim relawan bergerak menuju Sumatera, menempuh ribuan kilometer demi tujuan yang mulia, yakni membantu warga terdampak banjir di sejumlah wilayah Sumatera.“Dari tiga provinsi yang kami datangi, kondisi di Aceh Tamiang yang paling parah,” ujar Arfah, Founder Barakarsa sekaligus dosen Universitas Sunan Gresik (USG), saat menceritakan pengalamannya di lapangan sebagai relawan kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, beberapa waktu lalu.Banjir dan longsor yang melanda wilayah Sumatera pada akhir November 2025, sangat meninggalkan luka yang begitu mendalam bagi korbannya.Kabupaten Aceh Tamiang menjadi salah satu daerah yang paling membutuhkan penanganan cepat. Di Kampung Landuh dan Karang Baru, Kecamatan Rantau, air belum sepenuhnya surut dan masih terdapat genangan air keruh sisa-sisa banjir.Baca juga: Posko Bantuan Pemkot Surabaya untuk Bencana Sumatera Ditutup, Terkumpul Rp 8,9 Miliar Sebelumnya rumah-rumah warga di sana terendam lumpur, kini sebagiannya menjadi bangunan yang tak lagi terlihat bentuk aslinya. Akses jalan terputus, listrik sangat terbatas, dan air bersih menjadi barang langka dan sulit untuk didapatkan.Di tengah kondisi itu, Arfah dan tim relawan hadir membawa bantuan hasil gotong royong masyarakat Gresik dan sekitarnya.“Aku beserta tim relawan hadir untuk memberikan bantuan dan mendukung warga agar bisa bangkit kembali dari musibah ini,” ujar Arafah.Aksi kemanusiaan yang bertajuk "Aksi Nyata Peduli Banjir Sumatera dan Aceh" ini digagas oleh Arfah selaku pembina himpunan mahasiswa, lalu digerakkan secara kolektif bersama seluruh organisasi kemahasiswaan di Universitas Sunan Gresik, berkolaborasi dengan Yayasan Barakarsa Indonesia.“Ini gerakan bersama. Mahasiswa juga turun langsung, baik menggalang donasi di jalan maupun secara daring lewat QRIS,” kata Arfah.Baca juga: Pemprov NTB Kirim Tim Medis dan Obat-obatan ke Aceh Utara, Bantu Masyarakat Terdampak BanjirDok.tim relawan USG dan Barakarsa Potret Para Relawan dari Tim Universitas Sunan Gresik dan Barakarsa yang Terjun Langsung untuk Memberikan Bantuan ke Daerah Terdampak Parah Bencana Sumatera.Total donasi yang berhasil dikumpulkan dari kegiatan tersebut mencapai puluhan juta rupiah. Dari Barakarsa beserta komunitas atau NGO lainnya, dana sebesar Rp 66.514.966 disalurkan dalam bentuk paket sembako.Sementara itu, Universitas Sunan Gresik menghimpun donasi sebesar Rp 38.183.458 yang diwujudkan menjadi bantuan sembako dan perlengkapan sekolah.Bantuan tersebut lalu disalurkan ke tiga provinsi terdampak, yakni Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.Arfah menceritakan, perjalanan para relawan tidak singkat. Dari Surabaya, tim menuju Padang dan Bukittinggi untuk bertemu relawan lain, lalu bergerak ke Kabupaten Agam, Sumatera Barat.Kemudian, perjalanan berlanjut ke Langkat, Sumatera Utara, sebelum akhirnya tiba di Aceh Tamiang. Saat berada di Aceh, bantuan berupa bahan makanan pokok tersebut disalurkan kepada sekitar 100 kepala keluarga (KK)Baca juga: Bantuan 1,2 Ton Pangan Tiba di Aceh Utara, Korban Banjir Masih Butuh Obat dan Perlengkapan Khusus.Namun, hal yang paling membekas bagi Arfah bukanlah jarak tempuh atau lelah di perjalanan. Dia justru teringat wajah-wajah warga yang ditemuinya di perkampungan.


(prf/ega)