Menkes Sebut 41 RS Terdampak Bencana di Sumatera Sudah Beroperasi Kembali

2026-01-12 04:26:45
Menkes Sebut 41 RS Terdampak Bencana di Sumatera Sudah Beroperasi Kembali
JAKARTA, - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan, 41 rumah sakit (RS) yang sebelumnya terdampak bencana di Sumatera kini sudah beroperasi kembali.Hal tersebut disampaikan Budi kepada Presiden Prabowo Subianto dalam sidang kabinet paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Senin ."Itu 41 rumah sakit yang sempat tidak beroperasi, sekarang alhamdulillah 100 persen sudah mulai beroperasi walaupun bertahap," ujar Budi dalam sidang kabinet paripurna, Senin.Baca juga: 16.500 Guru Terdampak Bencana di Sumatera Akan Dapat Tunjangan KhususBudi melanjutkan, instalasi gawat darurat (IGD) dan ruang operasi menjadi yang dibuka pertama kali, sebelum akhirnya kembali ke layanan penuh.Salah satu rumah sakit yang menjadi perhatian adalah Rumah Sakit Tanjungpura yang terletak Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.Rumah sakit tersebut terdampak banjir cukup parah, tetapi kini telah kembali memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat."Kemarin banjir, hari ini sudah beroperasi. Memang masih terbatas di IGD dan operasi, tapi akan terus kami tingkatkan sampai layanan penuh bisa berjalan," ujar Budi.Baca juga: Prabowo: Beri Penghargaan ke TNI, Polisi, dan Dokter di Banjir SumateraSelain rumah sakit, Budi juga menyampaikan bahwa ada sekitar 1.000 puskesmas yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera.Budi mengatakan, banyak puskesmas di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang hanyut tak tersisa."Dari hampir 1.000 puskesmas, itu sekitar 500-an terdampak. 414 sudah beroperasi, kita masih ada yang tidak beroperasi sekitar 50-an," kata Budi.Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menargetkan seluruh puskesmas dapat dioperasikan kembali dalam dua pekan ke depan.Baca juga: Mendagri Ungkap Anggaran Tak Terduga Rp 268 Miliar Sudah Masuk ke 3 Provinsi SumateraBudi menjelaskan, ketersediaan pelayanan puskesmas di lokasi terdampak bencana sangat penting karena saat ini masih ada 800.000 lebih masyarakat yang tinggal di posko pengungsian."Dia penting untuk melayani kesehatan masyarakat yang masih tinggal di rumah dan juga melayani kesehatan masyarakat 800.000 yang ada di posko pengungsian. Kami butuh bantuan Bapak supaya ini bisa dijalankan," ujar Budi.


(prf/ega)