Gudang Rongsokan di Surabaya Terbakar, 4 Mobil Hangus

2026-01-14 01:59:01
Gudang Rongsokan di Surabaya Terbakar, 4 Mobil Hangus
SURABAYA, - Gudang rongsokan di Surabaya, Jawa Timur, terbakar pada Senin . Akibatnya, empat mobil hangus.Gudang yang berlokasi di Jalan Wonosari Lor, Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir, Surabaya, tersebut terbakar sekitar pukul 09.43 WIB.“Unit tempur Pos Pegirian tiba di TKK langsung melakukan pemadaman sekitar pukul 09.48 WIB,” kata Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, Wasis Sutikno, Senin .Baca juga: Terungkap, Remaja Penuh Luka yang Dibuang di Sampang Merupakan Warga SurabayaSebanyak tiga unit diterjunkan, yakni satu unit tempur Pos Pegirian, satu unit tempur Rayon 1 Pasar Turi, dan satu unit Walka Rescue.Petugas menyatakan, api padam pada 09.51 WIB. Kemudian, pembasahan selesai dan dinyatakan kondusif sekitar pukul 10.10 WIB.Lebih lanjut, Wasis menjelaskan total luasan gudang yang terdampak kebakaran seluas 12x16 meter. Gudang tersebut merupakan tempat penyimpanan material-material besi.Baca juga: Cerita Seru Warga Surabaya Datang Sendiri ke Pesta HalloweenPenyebab kebakaran diduga berasal dari percikan api pemotongan besi menggunakan las yang digunakan oleh pekerja.“Penyebabnya memotong besi menggunakan las. Pekerja sedang memotong besi menggunakan sehingga muncul percikan api,” terangnya.Percikan api tersebut kemudian mengenai mobil rongsokan yang berada di area lokasi. Api lantas merembet ke mobil di sekitarnya. Setidaknya ada empat mobil yang ikut hangus terbakar.“Empat mobil yang terbakar, Daihatsu Zebra Espass, Toyota Kijang Super 1.5, Toyota Kijang pikap, dan Mitsubhisi L300,” ujarnya.Beruntunganya, kebakaran gudang yang ikut melahap mobil tua ini tidak menimbulkan korban jiwa.“Nihil korban jiwa,” katanya.Meski begitu, Wasis mengimbau agar warga Surabaya lebih berhati-hati saat beraktivitas dengan api.“Agar tidak menyebabkan kerugian materil maupun korban jiwa, kami imbau masyarakat untuk berhati-hati saat beraktivitas,” pungkasnya


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-01-14 01:20