JAKARTA, - Keluarga korban kebakaran kantor Terra Drone di Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, mempertanyakan standar keamanan gedung yang terbakar pada Selasa siang."Cuma yang bingungnya di kantor ini, kok enggak ada penanganan kayak simulasi atau apa. Enggak habis pikir. Gimana Raihan meregang nyawanya," ucap Mimi Adriani Nasution, orangtua Raihan, korban kebakaran, di RS Polri Kramat Jati, Selasa.Mimi menjelaskan, ia menerima informasi bahwa anaknya terpapar asap di lantai lima saat kebakaran besar terjadi.Baca juga: Olah TKP Kebakaran Gedung Terra Drone: Bangunan 6 Lantai Hanya 1 Pintu Akses Keluar Masuk"Kena asap di lantai lima, laporan dari si Pak Umay (HRD) mulai dari lantai 1. Di lantai 1 minimal untuk menuju ke lantai 5 pasti ada penanganan apa dari kantor," jelasnya.Mimi mengaku mendatangi RS Polri Kramat Jati setelah melihat informasi di media sosial X bahwa nama anaknya tercantum dalam daftar korban."Saya belum melihat, saya belum melihat apakah Raihan ada di dalam itu tapi kalau di daftar-daftar, Twitter atau X dan segala macam ada nama Raihan di urutan ke -11," ungkapnya.Ia menyebut telah mengonfirmasi informasi tersebut kepada tim forensik RS Polri Kramat Jati dan sampel DNA pembanding juga telah diambil.Menurut Mimi, Raihan telah bekerja di Terra Drone selama satu tahun sebagai pengolah data."Raihan itu yang mengolah data data, misalnya pilot terra drone lagi ngasih data di lapangan, itu raihan yang mengelola datanya, sudah berapa hektar yang disemprot," ungkapnya.Baca juga: Duka Ibu Hamil Terjebak Kebakaran Terra Drone Kemayoran Menjelang Lahir Anak PertamanyaSebelumnya, Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, menerima 21 kantong jenazah dari kebakaran di kantor Terra Drone di Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa ."Pertama-tama, kami mengucapkan ikut berduka cita atas kejadian kebakaran gedung di Kemayoran. Saat ini, Rumah Sakit Bayangkara tingkat satu Pusdokkes Polri telah menerima 21 kantong jenazah," ujar Kepala RS Polri Brigjen Polisi Prima Heru di RS Polri Kramat Jati, SelasaPrima juga meminta keluarga yang merasa kehilangan bisa melapor atau mendatangi RS Polri Kramat Jati di Gedung Disaster Victim Identification (DVI)."Untuk keluarga yang kehilangan, bisa membawa foto dari korban yang terlihat gigi dan identitas lainnya. Mungkin ada gambar sidik jari dan lain-lain," jelas dia.Saat ini, 21 kantong jenazah belum bisa diperiksa dan diidentifikasi lantaran menunggu surat dari penyidik.Kendati demikian, Prima memastikan tim forensik sudah siap untuk melakukan identifikasi jenazah.Baca juga: Viral Video 19 Karyawan Terra Drone Minta Tolong di Atap Gedung, Bagaimana Nasibnya?"Tim kita sudah siap. Bahwa tim antemortem, tim postmortem, tim DNA. Dan kita sudah kerja sama dengan UI juga. Kita sudah koordinasi dengan UI maupun Inafis," ujar Prima.
(prf/ega)
Keluarga Korban Kebakaran Kantor Terra Drone Pertanyakan Standar Keamanan Gedung
2026-01-12 13:17:57
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 13:41
| 2026-01-12 13:32
| 2026-01-12 13:05
| 2026-01-12 11:36
| 2026-01-12 11:21










































