Kemensos Salurkan Bantuan Lanjutan Banjir dan Longsor Aceh Senilai Rp 9 Miliar

2026-01-17 03:43:33
Kemensos Salurkan Bantuan Lanjutan Banjir dan Longsor Aceh Senilai Rp 9 Miliar
– Kementerian Sosial (Kemensos) RI kembali menyalurkan bantuan lanjutan bagi korban bencana banjir dan longsor di Provinsi Aceh.Bantuan yang dikirimkan menggunakan 24 truk tersebut memiliki nilai Rp 9 miliar dan merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat dalam mempercepat penanganan dan pemulihan pasca-bencana.Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengatakan, bantuan yang disalurkan kali ini merupakan tindak lanjut dari bantuan sebelumnya yang telah dikirimkan ke seluruh kabupaten dan kota terdampak di Aceh.“Bantuan yang kami serahkan ini merupakan bantuan lanjutan dari yang telah disalurkan sebelumnya untuk penanggulangan bencana banjir dan longsor di Aceh, serta tindak lanjut dari bantuan-bantuan sebelumnya yang telah kami kirimkan ke seluruh kabupaten dan kota di Aceh,” ujar Saifullah Yusuf di Banda Aceh, Selasa .Pernyataan tersebut disampaikan Mensos di sela kegiatan penyerahan bantuan secara simbolis kepada Gubernur Aceh Muzakir Manaf di halaman Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh.Baca juga: Pekan Ketiga Pascabanjir, Layanan Publik dan Sekolah di Aceh Utara Masih LumpuhSaifullah Yusuf mengungkapkan, hingga saat ini total bantuan Kemensos untuk penanganan bencana banjir dan longsor di Aceh telah mencapai sekitar Rp 45 miliar. Bantuan tersebut disalurkan dalam berbagai tahap sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.Adapun bantuan lanjutan yang diserahkan kali ini meliputi:Baca juga: Kemenkes Sebut Listrik di Aceh Mati 3 Jam Sekali, Alat RS Berisiko RusakKompas.com/Zuhri Noviandi Kondisi Mushala Desa Dayah Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, tertimbun lumpur usai diterjang banjir bandang.Selain penyaluran logistik, Kemensos juga mengerahkan layanan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pangan warga terdampak banjir dan longsor di Aceh.Selama dua minggu terakhir, Kemensos telah menyelenggarakan dapur umum di 21 titik yang tersebar di berbagai wilayah terdampak.“Selama dua minggu terakhir Kemensos telah menyelenggarakan dapur umum di 21 titik di Aceh, bekerja sama dengan Dinas Sosial provinsi dan kabupaten/kota serta didukung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),” kata Saifullah Yusuf.Ia menjelaskan, dapur umum tersebut sempat melayani hingga 100 ribu porsi makanan per hari dan beroperasi hingga 9 Desember 2025.“Hingga saat ini masih tersisa 14 dapur umum yang beroperasi dengan kapasitas sekitar 85 ribu porsi per hari,” ujar Mensos.Baca juga: Mengenal Lembaga UNDP dan UNICEF yang Dimintai Bantuan oleh AcehMensos Saifullah Yusuf mengapresiasi Gubernur Aceh Muzakir Manaf beserta seluruh jajaran Pemerintah Aceh yang dinilai telah bekerja keras bersama kementerian, lembaga terkait, dan pemerintah daerah dalam menangani dampak bencana banjir dan longsor.“Kerja sama ini saling memperkuat. Harapan kita, apa yang kita lakukan hari ini bagian mempercepat pemulihan Aceh pasca-bencana,” kata Mensos.Ia menegaskan, Kemensos akan terus bekerja sama dengan Pemerintah Aceh dalam proses pemulihan pasca-bencana, termasuk pemulihan ekonomi keluarga terdampak. Penyaluran bantuan ke depan, kata dia, akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.“Bantuan yang disalurkan nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan,” ujarnya.Sementara itu, Gubernur Aceh Muzakir Manaf menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta dukungan pemerintah pusat melalui Kemensos.Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu Pemerintah Aceh dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir dan longsor.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Lalu ketiga, penguatan talenta keamanan siber ASN, baik di pusat maupun di daerah, dan terakhir, pendampingan intensif melalui Ekosistem Keamanan Siber Nasional.Dengan empat langkah strategis ini, keamanan siber tidak lagi bersifat reaktif, tetapi menjadi sistem pertahanan yang proaktif, terstandarisasi, dan terintegrasi untuk melindungi ruang digital Indonesia, jelasnya.Sementara itu, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi mengatakan, sinergi, kolaborasi, kerja sama, persatuan, kerukunan, adalah rumus keberhasilan suatu bangsa dalam mewujudkan transformasi nasional.Menurutnya, BSSN dan Kementerian PANRB terus berupaya meningkatkan sinergi dan kolaborasi di berbagai bidang, termasuk dalam pelaksanaan program percepatan transformasi digital yang aman.Baca juga: Rapat bersama DPR, Menteri PANRB Sampaikan Progres dan Proyeksi Program Kerja Kementerian PANRBTentu saja percepatan transformasi itu untuk mendukung Asta Cita dan Program Prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045.Kami sangat mengapreasiasi Kementerian PANRB yang telah memberikan arahan dan dukungan sehingga terbuka ruang kolaborasi yang kuat antar kedua institusi, kata Sulistyo.Kolaborasi itu, kata dia, diwujudkan dengan menempatkan keamanan siber dan sandi sebagai enabler dan trust builder, serta mengintegrasikan keamanan siber dan sandi dalam kebijakan serta peta jalan penyelenggaraan transformasi digital.Hal tersebut, dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan kepada masyarakat.

| 2026-01-17 03:25