Kronologi 3 Orang Tewas Kecelakaan di Jembatan Rajamala, Berawal dari Angkot Ngebut

2026-01-11 15:19:55
Kronologi 3 Orang Tewas Kecelakaan di Jembatan Rajamala, Berawal dari Angkot Ngebut
BANDUNG BARAT, - Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) kepolisian mengungkap kecelakaan maut di Jembatan Citarum Sasak Rajamandala, perbatasan Cianjur–Bandung Barat, yang terjadi Selasa malam.Insiden beruntun ini melibatkan angkot Daihatsu Grandmax jurusan Padalarang–Rajamandala, truk ekspedisi Hino, serta truk engkel box ekspedisi yang dikemudikan Yanto, warga Cianjur.Menurut rekonstruksi awal, kecelakaan dipicu ketika truk ekspedisi yang dikendarai Yanto melaju dari Rajamandala menuju Jalan Lingkar Cianjur untuk mengambil muatan air mineral kemasan.Baca juga: Wujudkan Smart City, Pemkab Bandung Barat Perkuat SDM Digital Lewat Sertifikasi GCIO Saat kendaraan memasuki bagian tengah jembatan, sebuah angkot kuning dari arah Cianjur menuju Bandung datang dengan kecepatan tinggi.Pada sekitar pukul 19.30 WIB, kendaraan itu diduga oleng dan kehilangan kendali sebelum menghantam truk ekspedisi.Kemudian kejadian ini memicu tabrakan beruntun dengan truk Hino di belakangnya.Baca juga: Wujudkan Smart City, Pemkab Bandung Barat Perkuat SDM Digital Lewat Sertifikasi GCIO Kapolsek Cipatat, Kompol Iwan Setiawan, menyebut total ada enam korban dalam peristiwa kecelakaan maut itu."Tiga orang dinyatakan meninggal dunia di tempat dan langsung dibawa ke RSUD Cianjur," ungkap Iwan saat dihubungi Rabu .Tiga korban lainnya mengalami luka berat dan telah dievakuasi ke Puskesmas Cipatat untuk mendapat penanganan medis segera.Baca juga: Bosscha Terganggu Polusi Cahaya, Pemkab Bandung Barat Siapkan Aturan BaruKorban meninggal tercatat atas nama Adun  seorang sopir angkot,Indri warga Kampung Balebat, serta Epet warga Kampung Gunungmasigit.Sementara tiga korban luka masing-masing berasal dari Padalarang, Citatah, dan Gunungmasigit.Evakuasi berlangsung cukup sulit karena lokasi kecelakaan berada tepat di tengah jembatan dan menimbulkan kemacetan panjang dari dua arah.“Korban sudah dievakuasi, tinggal kendaraan yang menunggu derek agar lalu lintas kembali normal,” kata Iwan.Ia menegaskan penanganan kasus dilakukan bersama Polres Cianjur mengingat lokasi kejadian masuk wilayah hukum Cianjur.


(prf/ega)