Pria di Bungo Jambi Tewas Dicangkul Tetangga, Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kabur

2026-01-16 11:55:52
Pria di Bungo Jambi Tewas Dicangkul Tetangga, Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kabur
JAMBI, - Seorang pria berinisial Z (42), warga Desa Tanah Tumbuh, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, tewas usai dicangkul oleh tetangganya sendiri berinisial TS (37) pada Minggu sekitar pukul 23.30 WIB.Kasi Humas Polres Bungo, Iptu Bambang menjelaskan bahwa Z meninggal dunia akibat luka parah di bagian kepala. Pelaku ditangkap saat hendak kabur.Sementara ini, polisi belum menjelaskan motif dari penganiayaan tersebut.Bambang mengatakan, kejadian bermula ketika korban Z keluar rumah untuk mengisi saldo e-wallet di Simpang Masjid Tanah Tumbuh.Ketika kembali ke rumah, tepat di depan pintu, korban dikejar oleh pelaku yang membawa cangkul dari arah rumahnya yang berada berseberangan.Baca juga: Usai Serang Warga Sekampung hingga Tewas, Pria di Aceh Timur Langsung Menyerahkan Diri ke PolisiZ sempat berlari namun terjatuh, kemudian dipukul hingga tersungkur di parit dekat rumah warga.Bambang mengatakan, korban sempat dibawa ke puskesmas, namun nyawanya tak tertolong."Korban sempat dibawa ke Puskesmas Tanah Tumbuh oleh warga dan petugas kepolisian, namun dinyatakan meninggal dunia," kata Bambang, saat dikonfirmasi Selasa .Selanjutnya jenazah dibawa ke RSUD H. Hanafie Muara Bungo untuk dilakukan visum luar.Hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban mengalami beberapa luka robek di bagian kepala yang menyebabkan korban meninggal dunia.Bambang menambahkan, atas kejadian itu Polsek Tanah Tumbuh dan Satreskrim Polres Bungo melakukan penyelidikan terhadap pelaku.Baca juga: Tersinggung Saat Ditegur karena Putar Musik Keras, Pemuda di Jambi Tikam TemannyaPelaku ditangkap di Jalan Lintas Sumatera, Desa Lubuk Landai, Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas, Kabupaten Bungo, saat akan melarikan diri dengan sepeda motornya."Pelaku ditangkap kurang dari 24 jam sekitar pukul 04.00 WIB, tadi pagi," ujarnya.Polisi juga mengamankan barang bukti berupa cangkul dan motor yang digunakan pelaku.Saat ini, pelaku sudah dibawa ke Polres Bungo untuk proses hukum lebih lanjut.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-01-16 10:39