Banjir Luapan Kali Lamong di Gresik, Warga Diimbau Tak Lintasi Jembatan Pucung

2026-01-11 03:33:42
Banjir Luapan Kali Lamong di Gresik, Warga Diimbau Tak Lintasi Jembatan Pucung
GRESIK, - Salah satu wilayah di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, yang terdampak banjir luapan Kali Lamong adalah Kecamatan Balongpanggang.Pihak terkait lantas mengeluarkan imbauan, guna mencegah hal yang tidak diinginkan.Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik melansir, hingga Jumat pukul 09.43 WIB, ada sebanyak 5 desa di Kecamatan Balongpanggang terdampak banjir. Yakni, Desa Sekarputih, Wotansari, Karang Semanding, Banjar Agung dan Pucung.Baca juga: Wilayah Kecamatan Terdampak Banjir di Kabupaten Gresik BertambahDi Desa Sekarputih, banjir menggenangi jalan lingkungan setinggi 10 hingga 20 sentimeter, dan sebanyak 10 rumah warga dengan ketinggian air 5 sampai 20 sentimeter.Sedangkan di Desa Wotansari, selain menggenangi jalan poros desa hingga 40 sentimeter, juga membuat jalan lingkungan terendam air setinggi 10 hingga 20 sentimeter, kemudian 25 rumah warga dan lahan persawahan seluas 12 hektare juga terdampak.Sementara di Desa Karang Semanding, air bah tidak hanya menggenangi jalan poros desa dan jalan lingkungan, namun juga 5 rumah warga, masjid dan area persawahan seluas 22 hektare.Dengan di Desa Banjar Agung, air merendam jalan poros desa hingga 35 sentimeter, serta jalan lingkungan dengan ketinggian air 10 sampai 25 sentimeter.Adapun untuk Desa Pucung, selain merendam jalan poros desa hingga 40 sentimeter, air juga merendam jalan lingkungan dengan ketinggian 10 hingga 20 sentimeter.Termasuk, ada lima rumah warga yang tergenang air setinggi 5 sentimeter, dan juga area persawahan seluas 17 hektare.Baca juga: Dugaan Perselingkuhan Sesama Rekan Kerja di Dispendukcapil Gresik MencuatMenyikapi bencana banjir yang melanda, Kapolsek Balongpanggang AKP Wiwit Mariyanto mengatakan, dirinya bersama dengan Danramil dan Camat Balongpanggang telah memantau kondisi yang terjadi, khususnya di wilayah Desa Pucung."Meluapnya Kali Lamong, berakibat meningkatnya arus air di Jembatan Pucung. Ada 5 rumah yang sudah mulai dimasuki air, dan beberapa sawah milik warga juga terdampak," ujar Wiwit, Jumat.Kendati demikian, tambah Wiwit, masyarakat di desa setempat masih menjalankan aktivitas sehari-hari seperti biasa, termasuk pergi ke sawah.Sehingga, Wiwit mengimbau, supaya masyarakat lebih berhati-hati dan waspada bila melintas di jembatan Desa Pucung, serta bila memungkinkan untuk tidak melintasi karena dirasa berbahaya."Diimbau kepada masyarakat yang melintas di jembatan Desa Pucung, agar sementara tidak melintas karena arus air masih deras," kata Wiwit.Baca juga: Banjir di Wilayah Selatan Gresik Meluas, Ratusan Rumah Warga Tergenang AirTidak hanya kepada masyarakat yang melintasi jembatan Desa Pucung, namun Wiwit juga turut mengimbau para orangtua untuk lebih waspada dan mencegah anaknya untuk bermain di sepanjang aliran sungai di desa setempat."Untuk para orang tua juga, agar memantau putranya yang biasa bermain di sungai. Untuk sementara dilarang bermain di sekitar sungai, karena arus air sangat deras," imbaunya.Sedangkan Danramil 0817/09 Letda Inf Davis menjelaskan, banjir akibat luapan Kali Lamong mulai melanda lima desa di Kecamatan Balongpanggang, Jumat dinihari WIB."Air luapan Kali Lamong mulai masuk sekitar pukul 01.30 WIB," ucapnya.


(prf/ega)