Realisasi Makan Bergizi Gratis Capai Rp 41,3 Triliun

2026-01-17 02:40:16
Realisasi Makan Bergizi Gratis Capai Rp 41,3 Triliun
JAKARTA, - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan perkembangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga 18 November 2025 mencatat realisasi anggaran sebesar Rp 41,3 triliun, atau 58,2 persen dari pagu Rp 71 triliun dalam APBN.Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan bahwa alokasi anggaran MBG akan terus disesuaikan seiring percepatan penyaluran menuju target besar 82,9 juta penerima. Saat ini MBG telah menyasar 41,9 juta penerima.“Realisasi mengalami akselerasi sejak Agustus hingga November, baik dari sisi jumlah penerima maupun nilai anggaran,” kata Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Kamis .Baca juga: Untuk MBG, Mentan Minta Peternak Genjot Produksi Telur Ayam 700.000 TonPercepatan tersebut tercermin dari tambahan penyerapan anggaran yang terus meningkat setiap bulan.Pada periode Januari-Juni, realisasi kumulatif masih Rp 5,6 triliun, tapi melonjak signifikan hingga menyentuh Rp 42,7 triliun pada 18 November 2025. Penerima manfaat juga bertambah menjadi 41,2 juta orang.Suahasil juga menyampaikan bahwa program MBG telah menciptakan dampak ekonomi yang besar melalui penyerapan tenaga kerja.Hingga 14 November, program ini telah melibatkan 556.735 pekerja di berbagai daerah, mulai dari petani, UMKM penyedia bahan pangan, hingga tenaga operasional di sekolah dan komunitas.Distribusi MBG telah mencakup 38 provinsi. Jawa menjadi wilayah dengan penerima terbesar mencapai 25,68 juta peserta dengan 9.107 satuan penyelenggara pangan sekolah (SPPG).Baca juga: Luncurkan Kampanye Gizi Anak Diluncurkan, BGN Soroti Dampak Ekonomi MBGDisusul Sumatera dengan 8,6 juta penerima (3.142 SPPG), Sulawesi 2,74 juta penerima (1.069 SPPG), dan Kalimantan 1,7 juta penerima (703 SPPG). Sementara itu, Bali–Nusa Tenggara mencatat 2,15 juta penerima (753 SPPG), serta Maluku–Papua sebanyak 690.000 penerima (265 SPPG).Suahasil menegaskan bahwa kementerian akan terus memantau implementasi di lapangan agar realisasi anggaran dan target penerima dapat tercapai secara optimal.“Kami pastikan eksekusi program ini tetap terjaga, baik dari sisi anggaran maupun kualitas pelaksanaan,” ujarnya.Program MBG juga menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto, yang sebelumnya melakukan peninjauan langsung ke SD Jati 03, Jakarta, pada Mei 2025 untuk memastikan pelaksanaannya berjalan sesuai arahan pemerintah.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Selain itu, ia juga berpesan agar seluruh ASN di Indonesia tetap menjaga integritas dan terus melayani masyarakat dengan hati.Rini menegaskan bahwa ASN harus bekerja secara profesional untuk mendukung tugas-tugas pemerintahan. Pasalnya, Korpri berperan sebagai simbol persatuan, kolaborasi, dan stabilitas nasional melalui kerja sama seluruh komponen bangsa.Lebih lanjut, Penasihat Harian Dewan Pengurus Korpri Nasional ini berharap agar anggota Korpri bekerja dengan inovasi dan efisiensi, serta mengedepankan pelayanan cepat, hemat, dan transparan melalui pemanfaatan teknologi digital.“Saya berharap Korpri menjadi rumah para ASN dan menjadi wadah yang bermanfaat bagi para ASN dan tentunya untuk memudahkan para ASN berkolaborasi. Sekali lagi selamat kepada Korpri. Selamat Hari Ulang Tahun ke-54,” ucap Rini.Baca juga: 29 November Memperingati Hari Apa? Ini Sejarah HUT KORPRI dan Tema Peringatan 2025Pada kesempatan tersebut, ia juga mengajak para anggota Korpri untuk memperkuat solidaritas dan mendukung penanganan bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan sejumlah wilayah lainnya.Upaya tersebut merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian antarsesama untuk setidaknya meringankan beban saudara se-Tanah Air yang terdampak bencana.Sementara itu, Ketua Umum (Ketum) Dewan Pengurus Korpri Zudan Arif Fakrulloh menekankan bahwa Korpri merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pemerintah.Oleh karena itu, ia mengajak para anggota untuk menerapkan kesiapsiagaan Korpri dalam mendorong percepatan pembangunan nasional sejalan dengan Asta Cita Pemerintah Indonesia.Baca juga: Menteri PPN Ajak Perguruan Tinggi Berkontribusi dalam Pembangunan Nasional

| 2026-01-17 02:09