7 Tahun Kecelakaan Lion Air JT610: Tragedi yang Membongkar "Borok" Tersembunyi Boeing

2026-01-15 11:55:52
7 Tahun Kecelakaan Lion Air JT610: Tragedi yang Membongkar
– Pada pagi 29 Oktober 2018, penerbangan JT610 milik maskapai Lion Air, dengan pesawat tipe Boeing 737 MAX 8 kode registrasi PK-LQP, lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta dan tak lama kemudian terjun ke Laut Jawa. Semua 189 kru dan penumpang di dalamnya tewas.Kejadian ini memicu investigasi mendalam oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang kemudian mengungkap bahwa tragedi tersebut bukan hanya soal satu kesalahan operasional, melainkan akumulasi cacat desain, prosedur yang lemah, dan pengabaian tanggung-jawab pabrikan Boeing.Laporan akhir KNKT yang dirilis 25 Oktober 2019 menyebutkan ada sembilan faktor saling terkait yang menjadi kontribusi kecelakaan.Di antara yang paling menonjol adalah sistem otomatisasi berbasis sensor bernama MCAS (Maneuvering Characteristics Augmentation System) yang didesain untuk memperbaiki karakteristik penerbangan 737 MAX agar aman.Baca juga: Bocoran Dokumen Ungkap Faktor-faktor Penyebab Kecelakaan Lion Air JT610Namun, KNKT menemukan bahwa MCAS didasarkan pada input dari satu sensor sudut angkat (AoA/Angle of Attack) saja, dan bila sensor itu cacat, sistem akan bereaksi ekstrem.Dalam kasus JT610, sensor AoA memang bermasalah, input yang tak konsisten membuat MCAS aktif terus-menerus, mendorong hidung pesawat ke bawah tanpa mampu dikendalikan. Pesawat pun jatuh ke laut tak lama setelah lepas landas. BOEING/Paul C Gordon Lion Air B737 MAX 8 PK-LQP di pabrik Boeing di Seattle, .Lebih jauh lagi, KNKT mencatat bahwa Boeing tidak menyertakan atau menyoroti secara jelas fitur MCAS dalam manual penerbangan untuk awak kabin dan pilot yang dioperasikan maskapai pengguna 737 MAX. Artinya, pilot bertugas tanpa pemahaman penuh terhadap sistem otomatis yang aktif di pesawat itu. Tak hanya itu, desain pesawat 737 MAX dengan mesin yang lebih besar ditempatkan lebih maju di sayap, mengubah karakteristik aerodinamis, lalu MCAS dimaksudkan sebagai kompensasi.Namun pilihan desain dan validasi yang tampak terburu-buru membuat satu titik kegagalan sensor jadi pintu masuk bencana. Baca juga: Ini Fitur yang Dirahasiakan Boeing, Berkontribusi pada Kecelakaan Lion Air JT610?Lion Air dan awak pesawat pada penerbangan sebelumnya telah mencatat anomali, indikasi sensor AoA bermasalah, kecepatan udara yang tak konsisten, hingga sulitnya mengendalikan pesawat secara manual. Namun aktifitas perbaikan dianggap belum cukup.Tragedi ini kemudian membuka sorotan besar terhadap Boeing sebagai pabrikan pesawat, bagaimana sebuah sistem kritikal disematkan tanpa pelatihan yang memadai untuk operator, bagaimana regulator dan pabrikan bisa mengizinkan desain dengan titik tunggal kegagalan (single-point failure), serta bagaimana transparansi terhadap maskapai pelanggan yang kurang.Setelah tragedi Lion Air JT610, Boeing dan otoritas penerbangan Amerika Serikat (FAA) melakukan serangkaian langkah korektif yang berfokus pada perbaikan sistem Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS) di Boeing 737 MAX.The Air Current Diagram sistem otomatis di 737 MAX untuk menurunkan hidung pesawat.Boeing memperbarui desain perangkat lunak MCAS agar tidak lagi bergantung pada satu sensor Angle of Attack (AoA) saja, serta membatasi kekuatan sistem dalam mendorong hidung pesawat ke bawah.Perusahaan juga menambahkan indikator AoA pada kokpit dan merancang ulang logika aktivasi MCAS agar tidak bisa aktif berulang-ulang tanpa kontrol pilot.Di sisi regulasi, FAA memerintahkan uji sertifikasi ulang yang lebih ketat, melakukan audit independen terhadap proses persetujuan pesawat, dan menginstruksikan pelatihan pilot tambahan termasuk penggunaan simulator untuk memahami skenario gangguan MCAS.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-01-15 11:57