Cak Imin Lapor ke Prabowo soal Pembangun 10.000 Rumah Pekerja

2026-01-13 00:40:04
Cak Imin Lapor ke Prabowo soal Pembangun 10.000 Rumah Pekerja
JAKARTA, - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengaku telah melapor kepada Presiden Prabowo Subianto soal rencana BPJS Ketenagakerjaan untuk membangun griya atau rumah bagi 10.000 pekerja."Pak Presiden terus memerintahkan dan saya sudah melaporkan rencana Pak Dirut dan kita untuk membangun (Griya Pekerja) untuk 10.000 pekerja di seluruh Tanah Air," kata Cak Imin dalam agenda Ground Breaking dan Pencanangan Pembangunan Griya Pekerja, Jakarta Selatan, Selasa .Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan dan Pemprov Jabar Hadirkan Hunian Griya PekerjaCak Imin menuturkan, pembangunan Griya Pekerja ini merupakan upaya pemerintah untuk mengurangi pengeluaran biaya hidup pekerja sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025.Cak Imin mengatakan, Prabowo sangat menyetujui rencana pembangunan Griya Pekerja tersebut.Kepala Negara bahkan mempertanyakan kenapa rencana pembangunannya hanya untuk 10.000 pekerja."Beliau bahkan dengan penuh semangat merestui, mendukung, dan mempertanyakan kenapa baru 10.000, kenapa enggak lebih banyak lagi. Karena itu mari kita kerja keras agar lebih banyak lagi BPJS Ketenagakerjaan menggunakan program SKP, Sarana Kesejahteraan Peserta," ucapnya.Baca juga: Pemerintah Gandeng BPJS Ketenagakerjaan Percepat Akses Rumah PekerjaCak Imin yakin, pembangunan Griya Pekerja ini dapat mengurangi jumlah pengeluaran dan meningkatkan jumlah pendapatan para pekerja."Paling tidak mengurangi jumlah pengeluaran, meningkatkan jumlah pendapatan, meningkatkan akses ketersediaan sarana dan prasarana menuju sehat dan produktif," ucap dia.Nantinya, kata Cak Imin, para pekerja dapat menempati Griya Pekerja selama kurang lebih tiga tahun."Ini sifatnya sementara. Artinya para pekerja yang tinggal di sini, sudah harus siap-siap tiga tahun ke depan harus punya rumah sendiri," ucapnya.Direktur Utama (Dirut) BPJS Ketenagakerjaan Pramudya Iriawan Buntoro mengatakan, Griya Pekerja akan dibangun di lima titik, salah satunya di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.Kemudian, disusul di Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, dan Jawa Barat."Yang terdekat nanti tahun 2026 kami akan coba mulai dari Jawa Barat, Jawa Timur, terakhir Banten. InsyaAllah tahun 2029 nanti rumah pekerja akan menjadi hunian bagi minimal 10.000," ucap Pramudya.Baca juga: Sejahterakan Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Kucurkan MLT ke Pengembang untuk Bangun 200 Rumah PekerjaDengan konsep rumah sewa yang menjadi rumah transit, pekerja dapat menempati Griya Pekerja sembari menabung untuk memiliki hunian sendiri."Rumah transit terminasi pertama ketika pekerja menyiapkan hunian permanen buat pekerja masing-masing sehingga harapannya mengurangi biaya hidup," ucapnya.Syarat untuk bisa menyewa Griya Pekerja, masyarakat harus terdaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan."Yang kedua first in first out. Siapa yang duluan daftar itu akan diterima. Tentu ada kriteria, salah satunya pekerja tersebut bekerja di perusahaan yang tertib administrasi dalam jaminan sosialnya," kata dia.


(prf/ega)