Layanan Prima bagi Peserta Antarkan BPJS Kesehatan Raih Penghargaan Internasional

2026-01-15 19:21:59
Layanan Prima bagi Peserta Antarkan BPJS Kesehatan Raih Penghargaan Internasional
Jakarta BPJS Kesehatan kembali mencuri perhatian dunia dan membanggakan bangsa Indonesia. Kali ini, BPJS Kesehatan sukses meraih penghargaan istimewa untuk kategori 'Best Employee Driven CX' dalam ajang International Customer Experience Awards (ICXA) 2025 yang digelar di London, Kamis .Penghargaan ini diberikan atas komitmen BPJS Kesehatan untuk memberdayakan pegawainya dalam memberikan layanan prima bagi peserta Program JKN, sehingga peserta merasakan pengalaman (experience) yang positif.Ditemui di tempat terpisah, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti menuturkan bahwa apresiasi tersebut merupakan hasil kerja keras, dedikasi, dan loyalitas seluruh Duta BPJS Kesehatan dalam menjalankan tugasnya melayani peserta Program JKN.AdvertisementMenurut Ghufron, komitmen melayani seluruh peserta dengan penuh integritas dan profesionalisme merupakan bagian dari budaya organisasi yang mengakar kuat dalam diri setiap Duta BPJS Kesehatan.“Put people first. Kita harus dengarkan kebutuhan mereka. Inilah yang mendasari kami untuk mengembangkan beragam inovasi berdasarkan customer journey, supaya mampu mengakomodir kebutuhan masyarakat di lapangan. Di samping itu, kami juga membangun team work dan leadership yang kuat untuk memantapkan pelayanan kepada peserta JKN,” ujar Ghufron.Hal senada ditegaskan oleh Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, David Bangun yang mengungkapkan bahwa pihaknya menetapkan kualitas pelayanan kepada peserta sebagai salah satu concern utama.Menurut David, BPJS Kesehatan telah menciptakan standar kompetensi khusus sebagai pijakan Duta BPJS Kesehatan dalam memberikan layanan terhadap 282,92 juta peserta JKN atau lebih dari 98% populasi penduduk Indonesia.“Kami menerapkan model pelatihan terintegrasi dan terstandar untuk meningkatkan kompetensi pegawai BPJS Kesehatan. Kami juga membangun budaya kerja positif dan merangkul keterlibatan pegawai, untuk memupuk motivasi dan growth mindset sehingga pegawai tergerak untuk berkontribusi penuh dalam bekerja. Kemudian, kami juga melakukan evaluasi berkala untuk memantau kompetensi, produktivitas, dan indikator layanan,” terangnya.David melanjutkan, melalui peningkatan kompetensi dan produktivitas pegawai BPJS Kesehatan, angka penyelesaian masalah pada kontak pertama (first contact resolution) turut meningkat sehingga skor kepuasan peserta JKN pun ikut melesat. (*)


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-01-15 18:00