Nikita Mirzani Ditegur Usai "Video Call" dan "Live" Berjualan dari dalam Rutan

2026-02-04 04:02:54
Nikita Mirzani Ditegur Usai
JAKARTA, - Terdakwa Nikita Mirzani mendapat teguran setelah mengikuti siaran langsung (live) saat video call dengan dokter Oky Pratama dari dalam rumah tahanan (rutan).Nikita diketahui tengah menjalani proses hukum usai divonis empat tahun penjara atas kasus pemerasan terhadap dokter Reza Gladys.Saat ini, dia tengah mengajukan banding atas putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.“Kita juga sudah tegur yang bersangkutan untuk tidak membuat ulah yang tidak perlu bisa menggunakan fasilitas umum di lapas,” kata Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas) Agus Andrianto, saat dihubungi Kompas.com, Rabu .Baca juga: JPU Ajukan Banding terhadap Vonis Nikita Mirzani, Kejagung: Bukan KeberatanAgus menyebut, Nikita Mirzani melakukan panggilan video bersama dokter Oky Pratama menggunakan fasilitas wartel di dalam rumah tahanan.“Yang bersangkutan menggunakan wartel yang memang disediakan kepada warga binaan. Semua lapas atau rutan ada fasilitas wartel khusus gratis dan berbayar,” ungkap dia.Ketika tahanan menggunakan fasilitas tersebut, petugas akan memonitor jalur dan alur komunikasinya.“Semuanya boleh memakai (fasilitas tersebut). Tujuannya ya menghindari handphone digunakan di blok-blok hunian,” ujar dia.Secara aturan, Agus memastikan Nikita Mirzani tetap sah menggunakan fasilitas tersebut.“Kalau memanfaatkan untuk jualan narkoba, baru ditangkap. Dalam komunikasi, bisa saja berkembang susah maksud tujuan orang berkomunikasi,” ucap dia.Sebagai informasi, akun TikTok @changlili72 mengunggah cuplikan video yang memperlihatkan Nikita Mirzani sedang melakukan video call dengan dokter Oky Pratama.Baca juga: Ajukan Banding, Jaksa Tak Puas Nikita Mirzani Divonis 4 TahunDalam video tersebut, Oky Pratama tampak menunjukkan ponselnya ke arah kamera saat ia sedang berjualan produk skincare melalui siaran langsung.Pada kesempatan itu juga, Nikita Mirzani turut mempromosikan produk yang sedang dijual oleh dokter Oky Pratama dalam siaran langsung tersebut.“Ini body lotion pemutih ya,” ucap dokter Oky Pratama.“Di-check out, di-check out. Itu bukan HB ya, itu body lotion saja. Jadi, kalian itu harus pintar sebagai customer,” ucap Nikita Mirzani.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Hans Patuwo bukan sosok baru di lingkungan GoTo. Ia telah bekerja hampir delapan tahun di ekosistem Gojek, GoPay, dan GoTo. Ia bergabung dengan Gojek pada 2018 sebagai Chief Operating Officer, dengan fokus pada penguatan operasional dan ekosistem mitra driver.Pada 2021, Hans dipercaya memimpin unit bisnis yang kemudian berkembang menjadi GoTo Financial. Di posisi tersebut, ia mengawasi peluncuran layanan pinjaman dan pengembangan aplikasi GoPay, yang kini menjadi salah satu platform fintech terbesar di Indonesia.Baca juga: KPPU Denda TikTok Rp 15 Miliar Karena Telat Lapor Akuisisi TokopediaAwal 2024, Hans ditunjuk sebagai Chief Operating Officer GoTo dan bertanggung jawab atas strategi grup serta proyek migrasi cloud perusahaan. Perannya kembali diperluas pada Juli 2025, ketika ia dipercaya sebagai Presiden On-Demand Services.Sebelum bergabung dengan Gojek, Hans memiliki pengalaman internasional dengan bekerja di Amerika Serikat, China, dan Singapura. Ia juga pernah menjabat sebagai Partner di firma konsultan manajemen global McKinsey.YouTube.com/Gojek Goto, layanan Gojek dan Tokopedia.Penunjukan CEO baru ini terjadi di tengah sorotan pasar terhadap arah strategis perusahaan hasil merger antara Gojek dan Tokopedia itu.Berdasarkan laporan Bloomberg, saham GoTo tercatat naik sekitar 20 persen sepanjang kuartal ini di Bursa Efek Indonesia, mengungguli kinerja sejumlah perusahaan ride-hailing dan pengantaran global.Kenaikan saham tersebut terjadi menjelang Rapat Umum Pemegang Saham yang menjadi momen penting bagi arah strategis perusahaan, termasuk persetujuan pengangkatan Hans Patuwo sebagai CEO baru.Meski saham GoTo menguat, valuasi perusahaan masih jauh dari masa awal IPO. Kapitalisasi pasar GoTo kini berada di bawah 5 miliar dollar AS, turun drastis dari puncaknya yang sempat menembus 30 miliar dollar AS pada 2022.

| 2026-02-04 03:36