Cita Rahayu Beberkan Kronologi Diusir dari Sebuah Restoran

2026-01-13 08:59:52
Cita Rahayu Beberkan Kronologi Diusir dari Sebuah Restoran
JAKARTA, – Penyanyi dangdut Cita Rahayu atau yang akrab dikenal sebagai Cita Citata membeberkan kronologi dugaan perbuatan tidak menyenangkan yang dialaminya di sebuah restoran daerah Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada Februari 2025 lalu.Saat itu, Cita yang tengah berada di lokasi sebagai pengunjung merasa tidak nyaman melihat salah satu temannya menjadi korban penyerangan oleh sejumlah orang.Dalam situasi tersebut, Cita justru mengaku diminta keluar oleh pihak restoran.“Iya, saya waktu itu meminta bantuan karena ada waiter di situ. Saya bilang, ‘Mbak, saya ini konsumen, saya duduk di sini. Tolong, saya enggak kenal mereka, tolong usir.’ Tapi mereka bilang, ‘Iya Mbak, tapi di sini enggak boleh ribut-ribut.’ Saya bilang, ‘Saya enggak mau ribut! Saya enggak tahu ini siapa, tolong,’” kata Cita saat ditemui di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin .Baca juga: Cita Rahayu Lapor Polisi atas Dugaan Perbuatan Tidak MenyenangkanCita menuturkan, permintaan agar pihak yang membuat keributan diusir justru tidak direspons.Sebaliknya, ia mengaku beberapa kali diminta meninggalkan lokasi.“Terus, kalau enggak salah sampai tiga kali mereka bilang, kalau ada CCTV-nya bisa dibuka nanti di persidangan, mereka berkali-kali minta, ‘Tolong Mbak Cita keluar.’ Saya jawab, ‘Saya enggak mau. Saya bayar, saya duduk di sini, teman-teman saya juga konsumen. Itu mereka dong yang diusir.’ Tapi akhirnya tidak ada pengusiran,” lanjut Cita.Karena situasi dinilai semakin tidak kondusif, Cita pun memilih meninggalkan restoran tersebut.“Daripada mereka makin liar, perusuh ini makin liar, jadi mau enggak mau saya bayar bill-nya dan akhirnya keluar,” tutur Cita.Baca juga: Cita Rahayu Sebut Pernikahannya dengan Didi Mahardika Digelar SederhanaCita juga menyoroti perlakuan yang dialami rekannya, yang disebut sempat diludahi saat tengah menggendong seorang anak.Hal itu menjadi salah satu alasan utama dirinya melaporkan kejadian tersebut ke polisi.“Yang paling mendalam menurut saya adalah saya harus menjaga bayi yang tidak bersalah. Ibunya dan bayinya diludahi, itu yang jadi concern saya saat ini,” ucap Cita.“Sebagai perempuan, meskipun saya belum punya anak, saya juga punya anak dari suami saya yang harus saya jaga. Kalau kita punya empati, coba berpikir logis. Melihat anak kecil diludahi, apa reaksi kalian? Apa kalian akan diam saja kalau itu terjadi pada anak kalian?” tambah Cita.Adapun Cita telah melaporkan kejadian tersebut sejak Juli 2025 lalu.Baca juga: Kasus Stasiun TV yang Sebut Cita Citata Pelakor Masih Dalam Tahap LidikBersama kuasa hukumnya, Sunan Kalijaga, ia mempertanyakan perkembangan penanganan kasus tersebut.“Sudah beberapa bulan terakhir ini belum juga ada perkembangan yang signifikan. Karena itu, hari ini kami ingin menanyakan secara langsung apakah ada hambatan tertentu dari pihak penyidik,” ujar Sunan.“Update terakhir, kami juga mendapat informasi bahwa orang yang kami duga melakukan penyerangan sudah ditetapkan sebagai tersangka. Namun kami mempertanyakan ke pihak Polres Metro Jakarta Selatan karena kabarnya yang bersangkutan sudah dua kali dipanggil sebagai tersangka, tetapi tidak juga hadir,” tambah Sunan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

33. Bagaimana pola pengembangan paragraf ke-1, ke-2, dan ke-3 pada teks tersebutTentukan Benar (T) atau Salah (S) untuk setiap pernyataan berikut!34. Percakapan:Dini: Teks tersebut sangat menarik dan bisa menambah wawasan kita, terutama jika kita berencana untuk mengembangkan suatu bisnis kecil.Rio: Iya, pilihan katanya juga sangat mudah dimengerti sehingga orang yang awam terhadap istilah di bidang ekonomi juga mudah memahami isi informasi yang disajikan.Sena: Aku sependapat dengan kalian berdua, tetapi rasanya teks tersebut akan lebih baik jika disertai data pertumbuhan UKM dalam kurun waktu lima tahun terakhir atau pendapat ahli di bidang ekonomi.Berdasarkan percakapan tersebut, mengapa pendapat Sena sangat baik dalam menilai keakuratan informasi yang disajikan?Tentukan Setuju atau Tidak Setuju untuk setiap alasan berdasarkan isi teks!Baca juga: 30 Soal PTS PAI Kelas 3 Semester 1 Kurikulum Merdeka dan Kunci Jawaban STS Pendidikan Agama IslamTeks untuk soal nomor 35-37!Hampir 25 tahun lalu kami berpisah karena keluarga saya harus hoyongan ke kota tempat kerja Ayah yang baru di luar pulau. Tak satupun barang tertinggal di rumah lama. Begitu juga dengan sahabatku, loami harus berpisahBertemu dengannya setelah sekian lama, mengingatkan kembali pada pengalaman kami dahulu. Pengalaman yang menjadikan dia, walau tidak setiap waktu, selalu lekat di ingatan saya. Tentu dia mengingatnya pula, bahkan saya yakin rasa yang dildapnya lebih besar efeknya. Karena sebagai seorang sahabat, dia jelas jauh lebih tulus dan setia daripada saya. Tak terasa mata saya mulai berkaca-kacaSaat malam itu saya berada di sini, memperhatikannya belajar. Selesai belajar, dia menyuruh saya pulang karena hendak pergi mencari jangkrik. Saya langsung menyatakan ingin ikut, tapi dia keberatan. Ayah dan ibunya pun melarang. Saya sering mendengar cerita mengasyikan anak-anak beramai-ramai berangkat ke sawah selepas iaya untuk mencari jangkrik. Sayang, Ayah tidak pernah membolehkan saya. Tapi malam itu saya nekat dan sahabat saya itu akhirnya tidak kuasa menolak. Tidak ganti baju? tanya saya heran begitu dia langsung memimpin untuk berangkat. Itu hari Jumat, Seragam coklat Pramuka yang dikenakannya sejak pagi masih akan terpakai untuk bersekolah sehari lagi. Dia memang tidak memiliki banyak pakaian hingga seragam sekolah biasa dipakai kapan saja. Tapi memakainya untuk pergi ke sawah mencari jangkrik, rasапуа sangat tidak elokSaya mengambil alih obor dari tangannya. Rasanya belum terlalu lama kami berada di sana dan bumbung baru terisi beberapa ekor jangkrik ketika tiba-tiba angin berubah perangai. Kaget, pantat obor itu justru saya angkat tinggi-tinggi sehingga minyak mendorong sumbunya terlepas. Api dengan cepat berpindah membakar punggung saya! Terdengar teriakannya sembari melepaskan seragam coldatnya untuk dipakai menyabet punggung saya. Baju yang saya kenakan habis sepertiganya. Sahabat saya itu tanggap melingkupi tubuh saya dengan seragam coklatnya melihat saya mulai menangis dan menggigil antara kesakitan dan kedinginan Sadar saya membutuhkan pertolongan secepatnya, dia menggendong saya lalu berlari sembari membujuk-bujuk saya untuk tetap tenang. Napasnya memburu kelelahan, tapi rasa tanggung jawab yang besar seperti memberinya kekuatan berlipat untuk tetap bersama saya. (Kutipan Cerpen Seragam karya Aris Kurniawan Basuki dengan penyestialan)35. Kalimat:“Hampir 25 tahun lalu kami berpisah karena keluarga saya harus boyongan ke kota tempat kerja Ayah yang baru di luar pulau.”Penggunaan kata boyongan memperjelas peristiwa yang dialami tokoh “saya”, yaitu …Baca juga: 50 Soal UKPPPG 2025 Guru SD dan Kunci Jawaban Uji Kompetensi PPG sebagai Bahan Latihan36. Peristiwa apa yang mungkin akan terjadi kepada sahabatnya jika tokoh saya tidak ikut mencari jangkrik malam itu? Tentukan Tepat atau Tidak Tepat untuk setiap pertanyaan berikut!37. Kalimat mana saja dari dalam kutipan cerpen tersebut yang membuktikan karakter sahabat tokoh saya merupakan seorang yang setia kawan?Pilihlah jawaban yang benar!  Jawaban benar lebih dari satu. 

| 2026-01-13 08:03